Antara lain Prana Rama Vidi Suaebo, inisiator Toraja Highland Fest dan Sofyan Setiawan, Dirut PT. Festival Delapan Indonesia. Sementara dari Kemenparekraf hadir Hafiz Agung Rifai, S.T selaku Koordinator Strategi dan Promosi Event Daerah Kemenparekraf.
“Setelah level PPKM di daerah mulai turun, per September hingga November ini kami mulai giatkan lagi penyelenggaraan event yang tertunda. Kami ingin memastikan semua event yang bergerak kembali ini dijalankan dengan aman. Maka, selain mendapatkan izin dari Kepolisian dan Satuan Tugas (Satgas) COVID di daerah setempat, penyelenggaraan event haruslah mengacu kepada CHSE,” ujar Hafiz.
Kegiatan CERPEN kali ini digelar dalam format media gathering. Pesertanya terdiri dari perwakilan masyarakat, pekerja seni, serta pelaku event di Sulawesi Selatan .
Event Penggerak Pariwisata
Sebagai gambaran tahun 2019 lalu tercatat lebih dari delapan juta wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Sulsel. Dalam rentang waktu tersebut puluhan event bersekala nasional dan internasional digelar. Sayang di masa pandemi ini jumlah tersbut menurun drastis hingga 62,2 persen.
Untuk membangkitkan kembali industri pariwisata di Sulsel, rencananya tahun ini kembali digelar event-event besar. Salah satunya adalah Toraja Highland Fest, di Toraja Utara. Penyelenggaraan event ini tetap menerapan pedoman CHSE.
“Saat Pekan Raya Toraja yang merupakan bagian dari rangkaian acara Toraja Highland Festival, misalnya, kami menyisipkan acara vaksinasi massal. Pengunjung yang sudah divaksin boleh masuk, dan kami membatasi jumlah maksimal orang di area hanya sebanyak 200 orang saja. Lalu setiap pagi ada pembersihan disinfektan, dengan para tenant yang kami himbau menyediakan stok masker bagi pengunjung dan area cuci tangan,” jelas Prana.
Sementara itu, Sofyan selaku pelaksana Festival F8 di Makassar menyatakan bahwa persiapan pemberlakuan CHSE dapat dimaksimalkan di tahun 2022. Hal ini agar event-event besar dapat kembali dilaksanakan. Festival Delapan atau yang juga disebut F8 sebelumnya merupakan salah satu dari Top 10 Wonderful Event Indonesia atau acara pariwisata unggulan Indonesia sepanjang tahun.
Event F8 ini awalnya terselenggara pada tahun 2016 hingga tahun 2019. Namun, di tahun 2020 dan 2021, event ini tidak terselenggara akibat pandemi.
“Karena event kami adalah bagian dari Top 10 Event di Indonesia, maka penyelenggaraannya memang harus skala besar dengan melibatkan banyak pihak baik dari dalam maupun luar negeri. Saat ini, kami putuskan untuk fokus menggelar event ini lagi di tahun 2022, dengan memastikan semua warga Makassar berikut pendukung acara sudah tervaksin dan protokol CHSE yang dijalankan seketat mungkin,” jelas Sofyan.
Panduan Penyelenggaraan dan Pedoman Prokes Berbasis CHSE
Pemerintah melalui Kemenparekraf sendiri telah menerbitkan 11 pedoman dan manual COVID-19 berbasis CHSE yang dapat diakses oleh masyarakat melalui situs resmi Kemenparekraf. Pedoman Penyelenggaraan Event, misalnya, berisi panduan lengkap mengenai tatanan kesehatan dan keselematan berbasis CHSE pada saat sebelum (pre), selama (during), dan setelah (post) acara. Panduan itu mencakup prosedur gladi resik, prosedur masuk dan keluar event, prosedur disinfektasi, hingga prosedur pembongkaran.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai sosialisasi CHSE untuk penyelenggara event, silakan kunjungi https://chse.kemenparekraf.go.id/pedoman.(*) Editor : Administrator