"Tunggu proses serah terima kunci dulu. Nanti tunggu keputusan pak wali kapan Rusunawa ini bisa mulai ditempati," ujar Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Mataram M Nazarudin Fikri kepada Lombok Post, kemarin (29/12).
Meski bangunan tersebut sudah rampung, pihaknya mengaku saat ini masih menunggu proses serah terima dari Balai Kawasan Permukiman dan Perumahan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR. Mengingat proyek ini merupakan program pemerintah pusat. Sebelum bisa ditempati oleh masyarakat, ada beberapa prosedur yang mesti dilalui terlebih dulu.
"Diresmikan dulu dan serah terima. Baru bisa ditempati," cetusnya.
Ditanya apakah bulan depan sudah bisa ditempati, Fikri mengaku semua tergantung pihak kementerian. Yang jelas, para nelayan sudah didata untuk siap menempati Rusunawa tersebut.
"Kami prioritaskan untuk masyarakat nelayan yang saat ini tinggal di Huntara," kata mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram tersebut.
Total ada 44 kamar yang siap ditempati di Rusunawa Bintaro. Dengan satu kamar rencananya dikosongkan untuk kebutuhan cadangan. "Kalau untuk pembebasan lahan jalan masuk dan pengerasan jalan, itu nanti ditangani Dinas PUPR Kota Mataram," lanjut Fikri.
Pantauan Lombok Post di lokasi Rusunawa Bintaro, bangunan ini sudah selesai. Tinggal tahap finishing sejumlah bagian. Bangunan Rusunawa ini terlihat lebih elit dibandingkan sejumlah Rusunawa lain yang ada di Kota Mataram. Baik Rusunawa Mandalika, Montong Are maupun Selagalas.
Lantai Rusunawa Bintaro menggunakan keramik granit dengan setiap kamar dilengkapi dua kamar tidur, dan satu kamar tamu.
Kamar mandi menggunakan toilet duduk dengan desain layaknya kamar mandi hotel. Begitu juga tempat cuci hingga wastafel Rusunawa terlihat di atas standar Rusunawa pada umumnya. "Meubelernya Alhamdulillah sudah datang," ujar Lalu Regrian Wirabumi salah satu petugas dari kontraktor pelaksana.
Kasur tempat tidur untuk orang dewasa, tempat tidur bertingkat dua untuk anak-anak, satu set sofa serta satu set meja makan sudah terlihat berada di dalam kamar Rusunawa. Sehingga bangunan Rusunawa ini menurut Lalu Regrian tinggal menunggu proses serah terima.
Diketahui bangunan Rusunawa Bintaro ini merupakan bantuan program pemerintah pusat untuk nelayan Kota Mataram. Proyek ini menelan anggaran mencapai Rp 19 miliar dengan pelaksana dari PT Devi-Bimal KSO. (ton/r3)
Editor : Administrator