Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gelombang Panas Landa Asia Selatan, BMKG Klaim Indonesia Masih Aman

Administrator • Rabu, 26 April 2023 | 22:59 WIB
HILANGKAN PANAS: Seorang pemuda membasahi kepalanya dengan air untuk mengurangi suhu udara yang panas, Selasa (25/4). (Ivan/Lombok Post)
HILANGKAN PANAS: Seorang pemuda membasahi kepalanya dengan air untuk mengurangi suhu udara yang panas, Selasa (25/4). (Ivan/Lombok Post)
JAKARTA–Sejak pekan lalu, sebagian negara di Asia Selatan mengalami gelombang panas atau heatwave. Di Indonesia, kemarin (25/4) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan tidak berpotensi mengalami heatwaves meski belakangan suhu di tanah air cukup tinggi.

Stasiun pengamatan BMKG di Ciputat, Tangerang Selatan, misalnya, mencatat suhu maksimum harian tercatat mencapai 37,2 derajat Celcius. Itu terjadi pekan lalu. Secara umum, suhu tertinggi yang tercatat di beberapa lokasi berada pada kisaran 34 hingga 36 derajat Celcius.

Sementara itu, Badan Meteorologi di negara-negara Asia seperti Bangladesh, Myanmar, India, Tiongkok, Thailand, dan Laos melaporkan kejadian suhu panas lebih dari 40 derajat Celcius.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, suhu panas pada bulan April di wilayah Asia secara klimatologis dipengaruhi gerak semu matahari.

”Para pakar iklim menyimpulkan bahwa tren pemanasan global dan perubahan iklim yang terus terjadi hingga saat ini berkontribusi menjadikan gelombang panas semakin berpeluang terjadi lebih sering,” paparnya kemarin.

Dia menyebutkan, gelombang panas umumnya terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah hingga lintang tinggi. Misalnya, di belahan bumi bagian utara maupun di belahan bumi bagian selatan. Selain itu, pada wilayah geografis yang memiliki atau berdekatan dengan massa daratan dengan luasan yang besar.

”Sementara wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator, dengan kondisi geografis kepulauan yang dikelilingi perairan yang luas,” ujarnya.

BMKG menjelaskan, gelombang panas biasanya terjadi berkaitan dengan berkembangnya pola cuaca sistem tekanan atmosfer tinggi di suatu area dengan luasan yang besar secara persisten dalam beberapa hari. Itu berkaitan dengan aktivitas gelombang Rossby di troposfer bagian atas. Dalam sistem tekanan tinggi tersebut, pergerakan udara dari atmosfer bagian atas menekan udara permukaan. Sehingga termampatkan dan suhu permukaan meningkat karena umpan balik positif antara massa daratan dan atmosfer.

Pusat tekanan atmosfer tinggi tersebut menyulitkan aliran udara dari daerah lain mengalir masuk ke area tersebut. Semakin lama sistem tekanan tinggi itu berkembang di suatu area karena umpan balik positif antara daratan dan atmosfer, semakin meningkat panas di area tersebut. Itu juga yang menyulitkan awan tumbuh di wilayah tersebut.

Gelombang panas dalam ilmu cuaca dan iklim didefinisikan sebagai periode cuaca dengan kenaikan suhu panas yang tidak biasa. Biasanya berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut atau lebih. Selain itu, untuk termasuk sebagai kategori gelombang panas, suatu lokasi harus mencatat suhu maksimum harian melebihi ambang batas statistik. Misalnya, 5 derajat Celcius lebih panas dari rata-rata klimatologis suhu maksimum.

Jika memakai indikasi di atas, lanjut Dwikorita, fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia tidak termasuk dalam kategori gelombang panas. ”Secara karakteristik fenomena, suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun,” ujarnya.

Bagaimana dengan lonjakan suhu maksimum yang mencapai 37,2 derajat Celcius melalui pengamatan stasiun BMKG di Ciputat? Menurut pengamatan BMKG, hingga laporan ini ditulis, suhu sudah turun. Suhu maksimum teramati berada dalam kisaran 34 hingga 36 derajat Celcius.

Dia juga menjelaskan terkait kondisi suhu udara yang panas juga dikaitkan dengan fluktuasi radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari. Besar kecilnya radiasi UV yang mencapai permukaan bumi memiliki indikator nilai indeks UV.

Menurutnya, secara umum pola harian indeks ultraviolet berada pada kategori low di pagi hari dan  masuk kategori high hingga ekstrem ketika intensitas radiasi matahari paling tinggi antara pukul 12.00 sampai 15.00. Untuk wilayah tropis seperti Indonesia, pola harian tersebut sudah biasa teramati. ”Faktor cuaca lainnya seperti berkurangnya tutupan awan dan kelembapan udara dapat memberikan kontribusi lebih terhadap nilai indeks UV,” ujarnya. Dia pun meminta agar masyarakat tidak panik dengan kondisi tersebut.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan turut memberikan tips dalam menghadapi suhu panas di beberapa daerah di Indonesia. Juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril meminta masyarakat tetap menjaga kondisi cairan dalam tubuh. Artinya, menghindari dehidrasi dengan minum air tanpa menunggu haus. ”Hindari minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol, dan minuman manis,” terang dia.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, hindari kontak matahari secara langsung. Bisa menggunakan topi atau payung. ”Sebisa mungkin berteduh di antara jam 11 pagi sampai 3 siang,” kata Syahril. Dia juga mengimbau masyarakat menggunakan sunscreen minimal 30 SPF pada kulit yang tidak tertutup oleh baju.

Yang perlu diperhatikan apabila tubuh sudah mulai mengeluarkan keringat berlebih, kulit terasa panas dan kering, hingga urine yang sedikit dan berwarna kuning pekat. ”Jika muncul gejala tersebut, dinginkan tubuh dengan kain basah atau sponge basah pada pergelangan tangan, leher, dan lipatan tubuh lainnya serta banyak minum air,” kata Syahril. Bahkan, jika gejalanya masih berlanjut, dia menyarankan untuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat. (lyn/fal/JPG/r6)

 

Gelombang Panas di Asia

Suhu sangat panas melanda sebagian besar wilayah Asia. Berikut temperatur maksimal yang tercatat selama pekan lalu.

MYANMAR

45 derajat Celsius

THAILAND

44,6 derajat Celsius

INDIA

44,5 derajat Celsius

BANGLADESH

41,8 derajat Celsius

LAOS

42,4 derajat Celsius

VIETNAM

42,4 derajat Celsius

NEPAL

42,2 derajat Celsius

CHINA

41,9 derajat Celsius

FILIPINA

37 derajat Celsius

SINGAPURA

36,7 derajat Celsius

INDONESIA

33 derajat Celsius

Catatan:

Pada 21 Juli 2016, Mitribah, Kuwait, mencatat rekor suhu 54 derajat Celsius. Organisasi Meteorologi Dunia menetapkannya sebagai suhu tertinggi yang tercatat di benua Asia.

Sumber: AFP, Air Temperature from the Global Deterministic Prediction System, Environment and Climate Change Canada

 

  Editor : Administrator
#Indonesia #Gelombang Panas #Heatwave