“Salah satu visi kita mengerjakan proyek adalah tepat waktu, mutu, biaya, dan berkualitas,” kata Nahwan dalam acara kick off meeting dan penandatanganan berita acara serah terima lahan serta surat perintah mulai kerja di aula Segara Anak, kantor PLN UIP Nusra, Senin (3/7).
Kick off meeting diikuti jajaran PLN UIP Nusra dan dihadiri direktur utama PT CBN.
PLN melalui UIP Nusra menetapkan PT Cipta Bangun Nusantara (CBN) sebagai pelaksana proyek yang berlokasi di Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersebut.
Kontrak perjanjian No.0014.PJ/DAN.01.03/F46000000/2023 mengamanatkan PT CBN menuntaskan infastruktur berupa access road, wellpad, dan supply water system PLTP Mataloko. Jenis kontrak adalah gabungan lupsum dan harga satuan dengan harga kontrak untuk pekerjaan sebagaimana tertera dalam kontrak perjanjian sebesar Rp 93.528.004.340.
Direksi pekerjaan sebagaimana termaktub dalam kontrak perjanjian ini ialah Manager Unit Pelaksana Proyek Nusa Tenggara 2 (UPP Nusra 2) PLN UIP Nusra.
Nahwan mengatakan, pengembangan PLTP Mataloko tergolong urgen dalam menyokong ketersediaan listrik bagi masyarakat. Ini juga merupakan upaya PLN mendukung Net-Zero Emission (NZE) 2060.
“Ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional di wilayah tersebut yang ke depannya akan menjadi penyokong pasokan listrik andal bagi masyarakat NTT,” katanya.
Saat ini, program pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang termasuk dalam program 35 ribu MW ini sudah mulai dikerjakan oleh PT CBN. Proyek ini terbagi menjadi empat area lokasi wellpad dan satu area lokasi laydown, termasuk access road atau jalan masuk.
Civil Supervisor PT CBN Aditya Ginting menjelaskan, saat ini pihaknya tengah memasuki tahapan pengambilan data untuk penyiapan pembangunan infrastruktur menuju 4 lokasi titik pemboran. Khususnya untuk mobilisasi peralatan kerja ke setiap wellpad atau lokasi pengeboran. “Sekarang kita sedang melakukan pengukuran, pengambilan data, dan juga survei lokasi sebagai tahap awal pengerjaan infrastruktur jalan sebelum pengaspalan nanti,” kata Aditya, Sabtu (22/7).
Proyek PLTP Mataloko berkapasitas 2x10 MW yang terletak di Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT, ini akan digarap di atas lahan seluas 10,8 hektare. Tak sedikit di antara warga sekitar lahan pembangunan mendukung upaya PLN menambah pasokan listrik di NTT melalui pengembangan PLTP Mataloko ini.
“Sebagai masyarakat, kami mendukung PLN mengembangkan potensi energi panas bumi saat ini menjadi prioritas dan sangat dinantikan,” ungkap Emanuel Bay, warga yang berdekatan langsung dengan lokasi pemboran wallped D di desa Ulubelu.
Menurutnya, proyek pembangunan PLTP Mataloko saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Sebab PLN intens melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan warga sekitar melalui pendekatan yang humanis.
Senada dengan Emanuel Bay, tokoh masyarakat di wilayah sekitar proyek PLTP Mataloko, Yohanes Wegu menyambut baik program pengembangan energi panas bumi Mataloko. Keterlibatannya dalam proyek ini telah menggugah hati Yohanes Wegu beserta warga lainnya untuk turut menyukses pengembangan PLTP Mataloko. “Yang paling pertama kami menyambut baik program ini karena selama prosesnya pihak PLN selalu mengandeng kami sebagai tokoh masyarakat,” tutur Yohanes.
Dikatakan, sebagai tokoh masyarakat, ia berkewajiban mengajak seluruh masyarakat terus mendukung program pemerintah pusat melalui PLN. Sehingga program pembangunan energi listrik di Mataloko bisa segera terealisasi dan berjalan tanpa halangan. (*/r1) Editor : Administrator