LombokPost-Dalam satu bulan ini telah terjadi kekejaman di Palestina dan dunia seolah benar-benar tidak berdaya.
Itu merupakan salah satu kalimat pernyataan Presiden Joko Widodo dala unggahan Instagram miliknya.
"Lebih dari 7,9 miliar penduduk dunia, lebih dari 190 pimpinan negara, tapi sampai saat ini tak satu pun yang mampu hentikan kekejaman di tanah Palestina," ujar Jokowi.
Di hadapan pemimpin negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dia menyerukan agar OKI bersatu dan berada di garda terdepan dalam penyelesaian krisis di Gaza, Palestina.
KTT Luar Biasa OKI yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, itu dinilai sangat tepat untuk dilakukan, tetapi lebih penting lagi bahwa OKI harus mampu menghasilkan hal konkret agar kekejaman Israel di Gaza dapat segera dihentikan.
Untuk itu, ada empat hal yang mendesak untuk dilaksanakan.
Pertama, gencatan senjata segera dilakukan. Tanpa gencatan senjata, situasi tak akan membaik.
Israel telah menggunakan narasi self defense dan terus melakukan pembunuhan rakyat sipil.
Kedua, bantuan kemanusiaan dipercepat dan diperluas jangkauannya, lebih bisa diprediksi dan berkelanjutan.
Situasi kemanusiaan di Gaza sangat memprihatikan.
Contoh, RS Indonesia di Gaza Utara terus menjadi sasaran serangan Israel, sejak kemarin sudah kehabisan bahan bakar.
Ketiga, OKI harus menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kekejaman kemanusiaan yang telah dilakukan.
"Dan keempat, OKI harus mendesak agar perundingan damai segera dimulai kembali demi terwujudnya solusi dua negara dan menolak pemikiran solusi satu negara," tegas Jokowi. (hiu)
Editor : Prihadi Zoldic