Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penetapan Ketua PWNU Jatim Mundur, PBNU Siapkan Dua Opsi

Rury Anjas Andita • Kamis, 4 Januari 2024 | 07:18 WIB
Ketua PBNU Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrurrozi atau biasa sapa Gus Fahrur
Ketua PBNU Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrurrozi atau biasa sapa Gus Fahrur

LombokPost-Warga Nahdliyin di Jawa Timur harap bersabar untuk mengetahui siapa ketua baru mereka. Karena rapat di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Rabu (3/1), tidak jadi menetapkan nama pengganti Kiai Marzuki Mustamar sebagai Ketua PWNU Jawa Timur.

Perkembangan terkini penetapan Ketua PWNU Jawa Timur itu disampaikan Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi. Dia menegaskan rapat di kantor PBNU pada Rabu (3/1) belum memutuskan Ketua PWNU Jawa Timur.

"Tidak ditentukan saat ini , masih menunggu rapat gabungan," katanya saat dikonfirmasi kemarin.

Lantas apakah rapat tersebut deadlock, sehingga tidak kunjung menetapkan Ketua PWNU Jawa Timur? Gus Fahrur membantahnya.

Dia mengatakan rapat berlangsung biasa-biasa saja. Tidak terjadi deadlock atau jalan buntuk. Sebaliknya putusan diambil sesuai dengan ketentuan organisasi.

Gus Fahrur menjelaskan keputusan siapa pengganti Kiai Marzuki Mustamar, menunggu rapat gabungan. Yaitu gabungan antara pengurus Syuriah dengan jajaran Tanfidziyah PBNU. "Maksimal (rapat digelar) dua minggu lagi," katanya.

Sebelumnya Gus Fahrur yang menyampaikan bahwa keputusan Ketua PWNU Jawa Timur bisa diambil pada rapat Rabu (3/1) di kantor PBNU. Rapat itu akan membahas dua skema pengisian Ketua PWNU Jawa Timur.

Skema pertama adalah mengangkat satu dari sembilan nama wakil ketua PWNU Jawa Timur. Skema kedua adalah menugaskan petinggi PBNU untuk menjadi Ketua PWNU Jawa Timur. Ketua penugasan ini berlangsung hingga pelaksanaan pemilihan Ketua PWNU Jawa Timur lewat konferensi wilayah (konferwil).

Salah satu anggota Mustasyar atau dewan penasehat PBNU KH A. Mustofa Bisri merespons sedikit, soal dinamika kepengurusan PWNU Jawa Timur tersebut. "(Persoalan PWNU Jawa Timur) Itu tanyakan ke pengurus Tanfidziyah (PBNU)," katanya.

Terkait dengan polemik PWNU Jawa Timur, Gus Mus mengatakan ada urusan organisasi dan administrasi. Dia menegaskan urusan itu kewenangan Tanfidziyah PBNU. Sementara jajaran Mustasyar urusannya ke jajaran Syuriyah PBNU.

Sementara itu pertemuan untuk mengerucutkan nama ketua PWNU Jatim yang akan diusulkan ke PBNU batal dilakukan Rabu (3/1). Hal itu dipastikan oleh Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Ali Maschan Moesa. Namun dia belum bisa memastikan kapan pertemuan dan pembahasan berikutnya bakal digelar.

"Ada rencana hari ini (3/1) tapi ternyata belum. Ya kita tunggu kapan nanti ada rapat," paparnya saat ditemui di kediamannya di kawasan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.

Namun dia melihat ada beberapa opsi yang bakal diambil dalam pemutusan siapa ketua dari PWNU Jatim ini. Pertama adalah mengangkat posisi yang ada di bawah KH KH Marzuqi Mustamar. Namun kendalanya posisi jabatan wakil sekarang sudah masuk masa perpanjangan.

"Bisa saja langsung care taker seperti tempat lainnya di Surabaya dan Jombang. Atau bisa saja panitia konferensi langsung (dibentuk, red). Bisa juga PBNU memiliki kebijakan lain," paparnya.

Namun menurutnya akan lebih bijak jika pemutusan ketua PWNU jatim memperhatikan situasi politik saat ini. Setelah masa pemilu menurutnya waktu paling pas agar warga nahdliyin di Jawa Timur tetap kondusif. Karena itu dia mengusulkan jabatan ketua PWNU dipegang Plt saja hingga masa pemilu rampung.

Dia mengatakan tidak adanya ketua di badan PWNU Jatim bukan berarti membuat jalannya organisasi terhalang. Sebab pengambil keputusan tertinggi masih dipegang oleh rais syuriah. Dia memastikan jalannya organisasi masih seperti biasanya. (wan/gal/jpg/r5)

Editor : Rury Anjas Andita
#pwnu jatim #PBNU