LombokPost-Badan Pangan Nasional (Bapanas) membeberkan sejumlah faktor yang membuat sulitnya harga beras untuk diturunkan.
Variabel cost produksi yang sudah meroket menjadi penyebab utama harga beras enggan turun.
Mulai dari harga pupuk hingga upah harian orang bekerja di sektor pertanian yang juga ikut melambung. Selain itu, harga beras di dunia juga yang sedang mengalami tren kenaikan.
''Lihat saja harga beras di luar negeri sudah menyentuh USD 650-670 per metrik ton," kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Minggu (5/2).
Dengan sejumlah faktor di atas, Arief menyebut menjadi agak sulit bahwa harga beras akan turun seperti 2-3 tahun yang lalu.
''Tapi yang terpenting adalah ketersediaan stok secured terlebih dahulu," imbuhnya.
Di sisi lain, proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada Maret mendatang produksi beras dapat mencapai 3,51 juta ton dengan luas panen 1,15 juta hektar.
"Sekarang fokus kita dalam menghadapi panen nanti adalah bagaimana tetap menjaga harga di tingkat petani agar tidak jatuh. Harga beras hari ini tentu karena NTPP (Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan) saat ini sangat baik, di angka 116,16," ujarnya.
Saat panen mulai naik, terang Arief, harga di petani akan dijaga agar tidak sampai jatuh terlalu dalam.
''Ini merupakan tugas NFA dalam menjaga keseimbangan dari hulu sampai hilir, di mana petani senang dan semangat menanam, lalu penggiling dapat pasokan GKP (Gabah Kering Panen) serta masyarakat juga bisa membeli beras dengan harga baik," sambungnya.
Meski begitu, Arief mengklaim realisasi program intervensi lainnya yang konsisten dilaksanakan oleh pemerintah antara lain penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras (SPHP) ke tingkat konsumen yang sampai 17 Februari telah mencapai 264 ribu ton dalam 2 bulan ini.
Sementara, pencapaian program Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah selama Januari telah terlaksana sebanyak 429 kali di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.
"Di Februari ini, GPM ditargetkan sebanyak 315 kali dan akan terus diperbanyak sesuai kolaborasi bersama pemerintah daerah," terangnya.***
Editor : Alfian Yusni