Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menag Berharap Ramadan Jadi Momentum Bersatu Usai Pesta Demokrasi

Yuyun Kutari • Senin, 11 Maret 2024 | 10:21 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (tengah) saat memimpj sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1445 H, Minggu (10/3/2024)
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (tengah) saat memimpj sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1445 H, Minggu (10/3/2024)

LombokPost-Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1445 H jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berharap Ramadan kali ini dapat menjadi momentum bersatu paska Pemilu.Hal ini disampaikan Menag usai menyampaikan hasil Sidang Isbat (Penetapan) 1 Ramadan 1445 H, di Jakarta.

"Mari jadikan momentum Ramadan, bulan penuh rahmat ini untuk introspeksi diri, memperbanyak ibadah, dan kembali bergandengan tangan paska kontestasi politik," tutur Menag, Minggu (10/3/2024).

Dijelaskannya, perjuangan politik telah usai, karena itu ia mengajak seluruh umat untuk berjuang meraih fitri. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mempertajam perbedaan yang terjadi. Termasuk di antaranya perbedaan menentukan awal Ramadan.

"Jika ada perbedaan itu biasa saja, termasuk beda menentukan awal Ramadan. Mari saling menghormati, mari kita saling cari titik temu. Yang sama tidak dibedakan, yang beda tidak usah dipersamakan," kata Gus Men, begitu ia biasa disapa.

Perbendaan pun menurutnya, merupakan hal yang wajar dan jangan sampai mengganggu ukhuwah atau persaudaraan. "Ada perbedaan itu lumrah. Tetap saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai toleransi sehingga tercipta suasana kondusif," pungkasnya.

Senada, Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi yang turut hadir dalam sidang isbat, turut menyampaikan bahwa Ramadan adalah momentum penting untuk menjaga persatuan. Ini diawali dengan momentum sidang isbat.

"Sidang Isbat momen penting kita tentukan bersama awal Ramadan. Ini momen kita memperhatikan perbedaan dengan tetap menjaga persatuan," kata dia.

Pihaknya sangat menghormati semua pandangan. Oleh karenanya, ia berharap sidang Isbat mencapai kesepakatan harmonis dan memberi kepastian umat Islam memulai ibadah puasa.

Sidang Isbat 1 Ramadan 1445 H ini digelar secara luring dan dihadiri perwakilan ormas Islam, perwakilan Duta Besar negara sahabat, Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama. (yun)

Editor : Rury Anjas Andita
#Pemilu #ramadan #kementerian agama