Ada Satu Anak Perempuan Yang Sempat Menolak Ikut Bunuh Diri Dari Satu Keluarga Yang Lompat dari Apartemen
Alfian Yusni• Selasa, 19 Maret 2024 | 10:41 WIB
Suasana lokasi Satu keluarga yang terdiri dari empat orang ditemukan tewas diduga bunuh diri di Apartemen Teluk Intan Tower Topas Penjaringan, Jakarta Utara. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
LombokPost-Empat orang yang merupakan satu keluarga melakukan aksi bunuh diri di Apartemen Teluk Intan Tower Topas, Jakarta Utara, Sabtu (9/3). Peristiwa itu tepatnya terjadi di Jalan Infeksi Teluk Intan Rt.012/013, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.
Satu keluarga yang melompat dari lantai 22 apartemen di Penjaringan, Jakarta Utara, dalam keadaan terikat satu sama lain. Namun, ternyata ada salah satu ikatan tali yang terlepas dalam kejadian tersebut.
"(Tali yang terikat) bapak sama anak perempuan (yang lepas)," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Hady Siagian kepada wartawan, Selasa (19/3).
Namun begitu, ia menerangkan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan makna dari lepasnya tali yang biasa digunakan untuk naik gunung itu dari ayah dan anak perempuan tersebut.
Termasuk soal kemungkinan adanya penolakan dari sang anak untuk ikut dalam aksi melompat dari lantai 22 apartemen itu.
"Nah itu kan informasi yang blm bisa kita pastikan. Karena bergesernya tali itu bukan berarti dia menolak juga," jelasnya.
"Jadi lepas juga dari pergelangan. Mungkin, nah itu yang menjawab dari labfor," tutup Hady.
Diketahui bahwa satu keluarga yang melakukan aksi melompat dari apartemen kawasan Penjaringan, Jakarta Utara itu berinisial EA, 51, JW, 13, AIL, dan JL, 16. EA terikat tali dengan JL, sedangkan JW terikat tali dengan AIL.***