Dua Oknum Polisi Terlibat Perampokan Mobil Pengangkut Uang BRI Rp 5,6 Miliar di Padang
Alif Andika Putra• Kamis, 29 Agustus 2024 | 13:28 WIB
Ilustrasi Perampokan (Alif/Capcut)
LombokPost-- Polda Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menangkap tiga pelaku kasus perampokan mobil jasa pengisi ATM yang membawa uang Rp 5,6 miliar di Kota Padang Pariaman, Selasa (27/8).
Dua dari tiga tersangka merupakan oknum anggota kepolisian.
Dilansir JawaPos, Kabag Penerangan Umum (Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, dua oknum anggota polisi yang terlibat perampokan berinisial NPP, 29 tahun, dan MSA, 21 tahun.
Sementara satu orang lainnya HS, 38 merupakan warga Kecamatan Naggalo, Kota Padang.
"Pelaku HS ditangkap di kediaman orang tuanya pukul 20.00 WIB Bersama barang bukti. Sementara dua oknum anggota polisi yang terlibat menyerahkan diri ke Polda Sumbar pukul 22.00 WIB," kata Erdi, Kamis (29/8).
Erdi membeberkan kronologi perampokan berawal ketika saksi anggota polisi Bripda Steven mengawal jasa pengiriman uang mendapat telepon dari pelaku mengaku bernama Iptu Hendra pada Senin (26/8) sekitar pukul 23.00 WIB.
Mobil Grandmax yang dikawal saksi membawa uang Rp 5,6 miliar kemudian berhenti di Jalan Raya Bypass Padang Pariaman tepatnya dekat PT Jaya Sentrikon, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
"Para pelaku kemudian mendatangi saksi Steven dan melakukan penodongan kemudian membawa kabur tujuh yang berisi uang Rp2.725.000.000 (Rp 2,7 miliar)," ungkapnya.
Aksi perampokan tersebut lanjut Erdi, dilaporkan ke Polres Padang Pariaman.
Setelah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan dari saksi-saksi, polisi kemudian melakukan pemburuan terhadap pelaku yang sudah diketahui identitasnya.
Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi juga menyita tiga unit HP pelaku, tiga unit mobil yang digunakan pelaku, satu pasang pelat mobil palsu dan satu bilah pisau.
Tiga pelaku perampokan mobil jasa pengisi ATM yang membawa uang Rp 5,6 miliar nekat melakukan aksinya lantaran terlilit utang.
"Motif dari ketiga tersangka melakukan perbuatan pencurian dengan kekerasan karena ketiganya terlilit utang," ungkap Erdi. (alif)