Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Indonesia Dapat Kuota 221 Ribu Jamaah, Kemenag Undang Delapan Maskapai Ikut Tender Haji 2025

nur cahaya • Minggu, 15 Desember 2024 | 22:54 WIB
KEMBALI KE TANAH AIR: Jamaah haji asal Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat dan Bima Selasa, yang tergabung dalam kloter 13 tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok. (KANWIL KEMENAG NTB FOR LOMBOK POST)
KEMBALI KE TANAH AIR: Jamaah haji asal Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat dan Bima Selasa, yang tergabung dalam kloter 13 tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok. (KANWIL KEMENAG NTB FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Selama ini maskapai haji hanya dua, Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Tapi, untuk haji 2025, penyedia jasa transportasi udara berpotensi lebih bervariasi. Sebab, Kementerian Agama (Kemenag) mengundang delapan maskapai untuk ikut tender.

Ada enam maskapai yang menghadiri undangan itu. Yakni, Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Pelita Air, Saudia Airlines, dan Flynas. Direktur Layanan Haji dalam Negeri Kemenag Muhammad Zain memastikan, proses penyediaan akan dilakukan secara transparan dan akuntabel.

’’Semua maskapai diundang untuk mengikuti seleksi agar terjadi kompetisi yang sehat dalam penyediaan transportasi udara bagi jamaah haji,’’ katanya di Jakarta, Jumat (13/12).

Zain mengingatkan, untuk haji 2025, Indonesia mendapat kuota 221 ribu jamaah. Jumlah tersebut dibagi 92 persen untuk haji reguler dan 8 persen kuota haji khusus.

Dalam pertemuan dengan maskapai, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag menjelaskan tentang persyaratan administrasi, teknis pra-operasional, dan layanan pasca-operasional yang harus dipenuhi jika menjadi penyedia transportasi udara jemaah haji. Nanti dilakukan seleksi serta dikaji dalam pembahasan ongkos haji bersama Komisi VIII DPR.

 Baca Juga: Tim Kesehatan Dikerahkan Cek Kesehatan Warga Pesisir, Enam Titik Dinilai Rawan Penyakit Lingkungan

Soroti Panjang Antrean

Di bagian lain, panjangnya antrean haji menjadi sorotan Badan Penyelenggara (BP) Haji. Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak mengajak semua pihak terkait untuk mengatasi problem tersebut.

’’Contohnya di Sulawesi Selatan, antreannya sudah panjang sekali,’’ kata Dahnil seusai membuka Hajj Expo 2024 BPKH di Jakarta kemarin.    

Dahnil menambahkan, di satu sisi BPKH sekarang mengampanyekan daftar haji di usia muda. Namun, kampanye tersebut bisa membuat antrean haji semakin panjang.

Menurut Dahnil, pemerintah tetap menyarankan daftar haji satu kali saja agar antrean tidak semakin panjang. Meskipun pada praktiknya, lanjut Dahnil, semakin sedikit orang yang daftar haji untuk kedua kali atau lebih karena daftar tunggu sudah begitu panjang.

Sementara itu, Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah mengatakan, pihaknya telah menyiapkan uang untuk haji 2025. ’’Sesuai aturan undang-undang, minimal harus menyiapkan likuiditas dua kali dana haji,’’ katanya.

Fadlul menuturkan, rata-rata setahun biaya operasional haji yang mereka keluarkan adalah Rp 20 triliunan. Karena itu, BPKH harus mempunyai likuiditas atau dana siap pakai sekitar Rp 40 triliun.

Lama Antrean Haji Sejumlah Provinsi

Aceh 34 tahun, Sumatera Utara 20 tahun, Sumatera Barat 24 tahun, Riau 26 tahun, Jambi 32 tahun, Sumatera Selatan 23  tahun, Lampung 23  tahun, Jakarta 28  tahun, Jawa Tengah 32  tahun, Jogjakarta 33  tahun, Jawa Timur 34 tahun, Bali 28  tahun, NTB 36  tahun, NTT 23  tahun, Kalimantan Tengah 27  tahun, Kalimantan Selatan 38  tahun, Sulawesi Utara 16  tahun, Sulawesi Tengah 23  tahun, Sulawesi Tenggara 27  tahun, Papua 25  tahun, Bangka Belitung 28  tahun, Banten 27  tahun, Gorontalo 17  tahun, Kepulauan Riau 23 tahun, Sumber: Kemenag. (wan/c7/ttg/JPG/r5)

Editor : Rury Anjas Andita
#Haji #Indonesia #maskapai #transportasi #kompetisi #bpkh #Kemenag #kuota #undangan #tender #Seleksi