Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemerintah Korsel Akan Periksa Seluruh Boeing 737-800, Roda Pesawat Bermasalah, Jeju Air Nyaris Celaka Lagi

nur cahaya • Selasa, 31 Desember 2024 | 19:21 WIB
KELUARGA KORBAN: Anggota keluarga yang berduka berdiri di lokasi jatuhnya pesawat Boieng 737-800 Jeju Air dan terbakar di Bandara Internasional Muan, Korsel, Senin (30/12).
KELUARGA KORBAN: Anggota keluarga yang berduka berdiri di lokasi jatuhnya pesawat Boieng 737-800 Jeju Air dan terbakar di Bandara Internasional Muan, Korsel, Senin (30/12).

LombokPost-Baru sehari setelah Jeju Air mengalami kecelakaan maut di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, insiden yang sama nyaris terjadi lagi Senin (30/12). Pesawat Jeju Air yang baru lepas landas dari Bandara Internasional Gimpo mengalami masalah pada bagian roda. Untung, pilot cepat tanggap dan memutuskan kembali ke bandara.

Dilansir dari kantor berita Yonhap, pesawat yang putar balik tersebut adalah Boeing 737-800. Pesawat model itu pula yang mengalami gagal landing hingga menewaskan 179 penumpangnya pada Minggu (29/12) lalu.

Insiden kemarin berawal saat pesawat lepas landas pukul 06.37 waktu setempat dari Bandara Internasional Gimpo menuju Jeju. Tak lama setelah terbang, pilot mendeteksi adanya masalah pada roda pendaratan. Dia lantas menghubungi petugas bandara. Akhirnya, pukul 07.25, pesawat yang membawa 161 penumpang itu kembali ke Gimpo. Lalu, penerbangan dilanjutkan dengan menggunakan pesawat lain.

Roda pendaratan merupakan bagian yang penting karena berkaitan dengan keselamatan. Kecelakaan Jeju Air pada Minggu lalu dicurigai terjadi karena roda pendaratan gagal beroperasi. Saat ini Jeju Air mengoperasikan 39 pesawat dengan model B737-800.

Pada kesempatan lain, otoritas keselamatan transportasi Amerika Serikat berencana membantu Korea Selatan untuk menyelidiki kasus kecelakaan pesawat Jeju Air. Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) telah membentuk Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) untuk mendukung otoritas Korea Selatan dalam penyelidikan tersebut.

’’NTSB memimpin tim penyelidik AS, yang meliputi FAA dan Boeing, untuk membantu Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan Kereta Api Republik Korea (ARAIB),’’ kata Humas FAA Donnell Evans.

Sementara itu,  pihak Jeju Air berjanji berupaya sekuat tenaga membantu keluarga para korban kecelakaan. Mereka menyebut, prioritas perusahaan adalah memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. ’’Apa pun penyebabnya, saya bertanggung jawab penuh sebagai CEO, kata CEO Jeju Air Kim E-bae.

Pejabat Korea Selatan awalnya menyebut kecelakaan itu terjadi karena serangan burung. Seperti dilansir dari AFP, pemerintah akan melakukan pemeriksaan khusus terhadap semua Boeing 737-800. Di Korsel ada 101 pesawat Boeing yang beroperasi.

’’Kami berencana melakukan pemeriksaan khusus pada pesawat B737-800,’’ kata Kepala Biro Kebijakan Penerbangan Kementerian Perhubungan Korsel Joo Jong-wan.

Korea Selatan sebenarnya memiliki catatan keselamatan udara yang baik. Sejauh ini, kotak hitam dari pesawat dengan nomor 2216 itu telah ditemukan. Kotak hitam tersebut merupakan perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit.

Sementara itu, penyelidik Korea Selatan kemarin mengatakan bahwa 141 di antara 179 korban kini telah diidentifikasi. Mereka menggunakan analisis DNA atau pengumpulan sidik jari.

Di bandara, keluarga korban berkemah. Mereka menggunakan tenda khusus yang diberikan di ruang tunggu. ’’Saya memiliki seorang putra di dalam pesawat itu,’’ ujar seorang pria tua yang enggan disebut namanya. Dia mengatakan bahwa jenazah putranya belum teridentifikasi. (lyn/c7/oni/JPG/r5)

 

Editor : Rury Anjas Andita
#roda #Jeju Air #Bandara #terbang #keselamatan #internasional #pilot #Korea Selatan #masalah #penerbangan #Kecelakaan #pesawat