Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Masyarakat Diminta Manfaatkan Program Mudik Gratis, Pemudik Motor Rawan Laka

nur cahaya • Senin, 24 Maret 2025 | 11:37 WIB
MUDIK GRATIS: Sejumlah warga melakukan verifikasi di mudik gratis gelombang kedua di Sudinhub Jakarta Barat, Kamis (20/3). Program ini untuk meminimalisasi angka lakalantas. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)
MUDIK GRATIS: Sejumlah warga melakukan verifikasi di mudik gratis gelombang kedua di Sudinhub Jakarta Barat, Kamis (20/3). Program ini untuk meminimalisasi angka lakalantas. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)

LombokPost-Arus kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek mulai meningkat.

Hal itu terpotret dari data Jasa Marga yang mencatat adanya lonjakan volume lalu lintas di sejumlah gerbang tol wilayah Trans Jawa.

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana mengatakan, sebanyak 325.073 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek pada 21-22 Maret.

Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Utama.

Yaitu, GT Cikampek Utama menuju Trans Jawa, GT Kalihurip Utama menuju Bandung, GT Cikupa menuju Merak, dan GT Ciawi menuju Puncak.

"Sebanyak 146.711 kendaraan atau 45,1 persen menuju arah timur, Trans Jawa dan Bandung," ujarnya. Diikuti 102.016 kendaraan atau 31,4 persen menuju Merak, dan 76.346 kendaraan atau 23,5 persen menuju Puncak.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini naik 29,4 persen.

Saat itu, hanya 251.232 kendaraan. Artinya, ada pergerakan lebih awal.

Lisye mengingatkan, masyarakat yang memiliki kelonggaran waktu dapat menggeser perjalanan lebih awal.

Hal itu sekaligus untuk memanfaatkan potongan tarif 20 persen pada ruas tol Jasa Marga Group dan Non Jasa Marga Group yang diberlakukan mulai Senin pukul 05.00 WIB.

Peningkatan volume lalin tol juga terjadi di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim).

Di Jateng, volume kendaraan GT Kalikangkung menuju Semarang tercatat sebanyak 37.915 kendaraan atau naik 17 persen dari lalu lintas normal sebanyak 32.407 kendaraan.

Kemudian, untuk kendaraan yang meninggalkan Semarang, ada 28.699 kendaraan atau naik 4,60 persen dari lalu lintas normal sebanyak 27.438.

Lalu di GT Banyumanik, ada 51.742 kendaraan menuju Solo atau naik 0,90 persen dari lalu lintas normal sebanyak 51.282 kendaraan.

Sementara yang menuju Jakarta terdapat 35.408 kendaraan atau naik 0,49 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 35.234 kendaraan.

Untuk Jatim, GT Waru Gunung mencatat 40.920 kendaraan menuju Surabaya atau naik 5,49 persen dari lalu lintas normal 38.791 kendaraan.

Kemudian, untuk perjalanan menuju Jakarta, tercatat 36.004 kendaraan atau turun 9,34 persen dari lalu lintas normal sebanyak 39.715 kendaraan.

Masih di Jatim, GT Kejapanan Utama mencatat 47.901 kendaraan menuju Malang atau turun 5,72 persen dari lalu lintas normal sebanyak 50.805 kendaraan.

Namun, kendaraan menuju Surabaya naik 1,58 persen dari lalu lintas normal sebanyak 48.285 menjadi 49.047 kendaraan.

Hal sama juga terjadi di GT Singosari, arah Malang turun 4,18 persen, hanya 28.663 dari lalu lintas normal sebanyak 29.914 kendaraan.

Namun menuju Surabaya, ada 25.600 atau naik 4,91 persen dari lalu lintas normal sebanyak 24.401 kendaraan.

Terpisah, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri telah menyiapkan rekayasa lalu lintas lawan arah (contraflow) hingga satu arah (one way) di tol Trans Jawa.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, rekayasa ini dirancang untuk memastikan perjalanan lebih lancar dan aman.

Untuk arus mudik, contraflow akan diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek Km 40 sampai dengan Km 70. Contraflow di jalur ini untuk periode pertama akan diberlakukan mulai Kamis 27 Maret pukul 14.00 WIB sampai dengan Sabtu 29 Maret 2025 pukul 24.00 WIB.

Sedangkan periode kedua diberlakukan mulai Senin 31 Maret 2025 pukul 13.00-18.00 WIB dan Selasa 1 April 2025 pukul 11.00-18.00 WIB.

Kemudian skema one way akan diberlakukan di Km 70 Tol Jakarta-Cikampek sampai dengan Km 414 Tol Semarang-Batang.

Skema one way di dua jalur ini diberlakukan pada Kamis 27 Maret 2025 pukul 14.00 WIB sampai dengan Sabtu 29 Maret 2025 pukul 24.00 WIB.

"Bila terjadi puncak arus mudik, biasanya H-3 Idul Fitri. Itu akan kami lakukan one way, namanya one way nasional. Itu akan kami lakukan. Termasuk juga pada saat nanti arus balik," ucap Agus.

Lalu, ada juga skema ganjil-genap di Km 47 Jakarta-Cikampek sampai dengan Km 414 Tol Semarang-Batang dan Km 31- Km 98 untuk Tol Tanggerang-Merak.

Ganjil-genap berlaku sejak Kamis 27 Maret 2025 pukul 14.00 WIB sampai dengan Minggu 30 Maret 2025 pukul 24.00 WIB.

Untuk jalur non tol, Agus mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan motor sebagai kendaraan mudik.

Imbauan itu berkaitan dengan risiko keselamatan yang tinggi. Berdasarkan data tahun lalu, kecelakaan pada kendaraan roda dua paling banyak terjadi.

“Karena tahun lalu saat mudik 2024, kecelakaan terbanyak saat operasi ketupat, 75 persen adalah roda dua," imbuhnya.

Selain penggunaan kendaraan umum, masyarakat juga diminta memaksimalkan program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah maupun BUMN.

Termasuk Valet & Ride yang disediakan Polri.

Layanan Valet & Ride disediakan Polri di jalur Jawa Tengah.

Dengan program ini, pengendara motor yang lelah bisa menitipkan motor ke truk dan beralih ke bus. (far/oni/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#wilayah #kendaraan #mudik #tol #balik #Arus #Polri #BUMN #perjalanan