Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Remaja Jabar Masuk Barak, Gebrakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ciptakan Generasi Tangguh

Alfian Yusni • Sabtu, 3 Mei 2025 | 09:20 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM yang namanya ikut disebut-sebut sejumlah warganet NTB terkait ide pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM yang namanya ikut disebut-sebut sejumlah warganet NTB terkait ide pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa.

LombokPost - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi kembali membuat gebrakan tak biasa.

Mulai tahun ajaran 2025, pelajar SMA, SMK, dan MA di seluruh Jabar akan merasakan suasana yang tak lagi hanya ruang kelas dan buku pelajaran.

Mereka akan masuk barak. Ya, barak militer.

Tenang dulu. Ini bukan wajib militer ala negara perang.

Ini adalah program pembinaan karakter yang dirancang serius untuk melawan tantangan zaman: tawuran, geng motor, premanisme, dan generasi muda yang makin kehilangan arah.

Ini adalah program pembinaan karakter yang dirancang serius untuk melawan tantangan zaman: tawuran, geng motor, premanisme, dan generasi muda yang makin kehilangan arah.

Dedi alias Kang Dedi Mulyadi (KDM), menyebutnya bagian dari Jabar Manunggal, gerakan menyatukan kekuatan sipil dan aparat untuk menciptakan generasi masa depan yang kuat secara mental, fisik, dan akhlak.

Lewat program ini, pelajar akan tinggal sementara di barak militer atau kepolisian.

Di sana, mereka akan menjalani pola hidup disiplin, mengikuti jadwal harian terstruktur, sembari tetap belajar kurikulum biasa.

“Ini bukan pelatihan militer. Ini pembinaan karakter. Kami ingin anak-anak ini disiplin, sehat, dan punya daya juang,” ujar Dedi Mulyadi dalam berbagai kesempatan.

Bukan cuma guru yang akan jadi panutan. KDM menggandeng TNI dan Polri untuk jadi pembina di sekolah.

Mereka akan membantu membentuk karakter siswa, memetakan bakat, bahkan memberi motivasi bagi yang ingin jadi tentara atau polisi.

Di sisi lain, siswa juga diarahkan pada sektor-sektor strategis seperti pertanian, peternakan, hingga teknologi, agar mereka tak hanya kuat secara mental tapi juga punya keahlian praktis.

Tak berhenti di situ, KDM punya rencana membangun 10 SMK semi militer di Jabar.

Satu sekolah bisa menampung hingga 1.000 siswa. Para lulusan terbaik bahkan akan dijembatani ke perguruan tinggi seperti ITB dan Unpad.

Konsep ini jadi semacam "bootcamp" karakter—bukan untuk perang, tapi untuk kehidupan nyata.

“Kami ingin menciptakan anak muda yang siap tempur, tapi tempur dalam arti positif: kerja keras, kompetisi, dan kontribusi,” katanya.

Seperti biasa, ide besar tak selalu disambut tepuk tangan.

Ada yang mendukung penuh langkah ini sebagai solusi inovatif atas masalah kenakalan remaja.

Tapi ada juga yang bertanya-tanya: apakah ini tidak terlalu keras untuk anak sekolah? Apakah pendekatan militeristik tidak melanggar hak anak?

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa semua akan dilakukan dengan pendekatan edukatif dan manusiawi. Barak bukan penjara.

Barak adalah ruang pembinaan. “Kami ingin Jawa Barat bebas tawuran, bebas narkoba. Dan itu butuh langkah besar,” kata KDM.

Apakah program ini akan berhasil? Waktu yang akan menjawab.

Tapi satu hal pasti: di tengah krisis karakter, gebrakan seperti ini jadi tanda bahwa pemerintah tak tinggal diam.

Dan mungkin, inilah awal mula munculnya generasi baru: generasi barak—disiplin, tangguh, dan siap membawa perubahan.(***)


 

Editor : Alfian Yusni
#Gubernur Jabar Dedi Mulyadi #barak #dedi mulyadi #KDM