LombokPost - Di balik tembok barak Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) III Siliwangi, ratusan siswa tengah menjalani sekolah kehidupan yang tak biasa.
Kanal YouTube pribadi milik Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi Channel, mengabadikan momen-momen haru dan inspiratif dari pendidikan kedisiplinan yang mereka jalani.
Pagi dimulai dengan tempat tidur yang telah rapi. Para siswa bersiap sebelum para pelatih datang memeriksa.
“Ayo siap, bagus, meninggalkan tempat tidur rapi,” terdengar seruan dari salah satu pendidik, mengawali hari penuh kedisiplinan.
Mereka kemudian menunaikan salat Subuh berjamaah, berlanjut dengan olahraga pagi yang membangkitkan semangat.
Suasana hangat tercipta saat sarapan bersama. Tak hanya fisik yang ditempa, para siswa juga mendapat pelajaran di kelas dari para pengajar yang digambarkan “ngangenin” oleh Kang Dedi dalam unggahan Instagram-nya, @dedimulyadi71.
Baca Juga: PPG 2025 Resmi Dibuka! Cek Jadwal, Syarat, dan Cara Daftarnya di SIMPKB
“Gimana mereka gak betah, para pengajarnya juga ngangenin,” tulisnya menyemangati para peserta didik.
Rutinitas berlanjut dengan ibadah Dzuhur berjamaah di Masjid Al Asykar, makan siang bersama, hingga kegiatan rohani yang menyentuh hati. Seorang ustadz dihadirkan untuk memberikan ceramah yang menyejukkan jiwa.
Di sela kegiatan, pendidik sempat bertanya: “Masih ada yang ingin pulang?”
“Siap, tidak,” jawab para siswa kompak dan tegas.
Hari ditutup dengan evaluasi di lapangan, sembari sorakan semangat menggema:
“Maju, jalan!”
“Jabar Istimewa!”
Pendidikan kedisiplinan ini tak hanya melatih fisik dan mental, tapi juga menanamkan nilai kehidupan yang tak ternilai harganya.
Mulai tahun ajaran 2025, pelajar SMA, SMK, dan MA di seluruh Jabar akan merasakan suasana yang tak lagi hanya ruang kelas dan buku pelajaran.
Mereka akan masuk barak. Ya, barak militer.
Ini adalah program pembinaan karakter yang dirancang serius untuk melawan tantangan zaman: tawuran, geng motor, premanisme, dan generasi muda yang makin kehilangan arah.
Ini adalah program pembinaan karakter yang dirancang serius untuk melawan tantangan zaman: tawuran, geng motor, premanisme, dan generasi muda yang makin kehilangan arah.
Dedi alias Kang Dedi Mulyadi (KDM), menyebutnya bagian dari Jabar Manunggal, gerakan menyatukan kekuatan sipil dan aparat untuk menciptakan generasi masa depan yang kuat secara mental, fisik, dan akhlak.
Lewat program ini, pelajar akan tinggal sementara di barak militer atau kepolisian.
Di sana, mereka akan menjalani pola hidup disiplin, mengikuti jadwal harian terstruktur, sembari tetap belajar kurikulum biasa.
“Ini bukan pelatihan militer. Ini pembinaan karakter. Kami ingin anak-anak ini disiplin, sehat, dan punya daya juang,” ujar Dedi Mulyadi dalam berbagai kesempatan.
Bukan cuma guru yang akan jadi panutan. KDM menggandeng TNI dan Polri untuk jadi pembina di sekolah.
Mereka akan membantu membentuk karakter siswa, memetakan bakat, bahkan memberi motivasi bagi yang ingin jadi tentara atau polisi.
Di sisi lain, siswa juga diarahkan pada sektor-sektor strategis seperti pertanian, peternakan, hingga teknologi, agar mereka tak hanya kuat secara mental tapi juga punya keahlian praktis.
Tak berhenti di situ, KDM punya rencana membangun 10 SMK semi militer di Jabar.(***)
Editor : Alfian Yusni