Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Andre So, Sang Pemburu Beasiswa untuk Anak Pelosok

Alfian Yusni • Sabtu, 17 Mei 2025 | 14:24 WIB
Nama Andre Sugianto mungkin tidak setenar tokoh pendidikan lain di tanah air. Tapi kiprahnya tak bisa dipandang sebelah mata. (Foto: instagram)
Nama Andre Sugianto mungkin tidak setenar tokoh pendidikan lain di tanah air. Tapi kiprahnya tak bisa dipandang sebelah mata. (Foto: instagram)

LombokPost - Dari Gorontalo, Andre Sugianto Mendedikasikan Hidup untuk Pendidikan. Ribuan Anak Telah Ia Antar Kuliah ke Tiongkok dan Taiwan.

Nama Andre Sugianto mungkin tidak setenar tokoh pendidikan lain di tanah air. Tapi kiprahnya tak bisa dipandang sebelah mata.

Sejak 2008, pria asal Gorontalo ini sudah mendedikasikan hidupnya untuk satu misi: membantu anak-anak Indonesia dari pelosok negeri bisa kuliah di luar negeri.

Dikenal luas dengan nama Andre So, ia menjadi motor penggerak di balik Indonesia-Tionghoa Culture Center (ITCC), sebuah yayasan nonprofit yang fokus pada dunia pendidikan dan budaya.

Yayasan ini dibentuk oleh mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, dengan semangat memberikan akses pendidikan internasional kepada anak-anak dari berbagai penjuru Indonesia.

“Target saya jelas. Anak-anak dari daerah harus punya kesempatan yang sama untuk kuliah di luar negeri,” ujarnya kepada Lombok Post.

DEMI INDONESIA: Andre So mewakili ITCC bekerja sama dengan salah satu universitas ternama di Taiwan, Universitas CYUT.
DEMI INDONESIA: Andre So mewakili ITCC bekerja sama dengan salah satu universitas ternama di Taiwan, Universitas CYUT.

Kuliah Murah, Berkualitas, dan Bermartabat

Inspirasi Andre berawal dari kekagetannya melihat mahalnya biaya kuliah di Indonesia. “Biayanya tidak masuk akal,” katanya. Saat membandingkan dengan biaya kuliah di Taiwan yang jauh lebih murah namun berkualitas, ia pun tergerak.

Berbekal semangat itulah ia mulai menyusun strategi, mencari peluang beasiswa, dan membangun jaringan. “Saya ingin semua anak Indonesia pintar dan dihormati,” tegas ayah dua anak itu.

Sudah ribuan anak Indonesia ia bantu untuk kuliah di Tiongkok dan Taiwan lewat program beasiswa ITCC. Bahkan, tak jarang ia harus terjun langsung ke pelosok untuk menyosialisasikan program ini.

 

“Bagi saya, ini panggilan hati. Kepuasannya tak bisa diukur dengan materi. Saya hanya ingin membuka jalan masa depan mereka,” ujarnya tulus.

Obsesinya: Anak Daerah Harus Cerdas

Dengan semangat nasionalisme tinggi, Andre sangat mencintai dunia pendidikan. Ia percaya bahwa wawasan luas adalah bekal hidup yang paling berharga untuk generasi muda, terutama mereka yang berasal dari daerah.

“Saya sangat terobsesi untuk memberikan wawasan kepada anak-anak pelosok. Itu akan jadi pegangan hidup mereka ke depan,” tutur Andre yang juga dikenal humoris dan gemar selfie.

Tegur Orang Malaysia yang Bilang ‘Indon’

Bicara soal nasionalisme, Andre punya cerita yang mencerminkan betapa cintanya ia pada Indonesia. Suatu waktu, ia mendengar orang Malaysia menyebut warga Indonesia dengan sebutan ‘Indon’. Ia pun langsung menegur.

“Asal tahu saja, itu singkatan dari ‘Indonesia Donkey’. Saya langsung marah dan bilang jangan pernah sebut itu lagi,” katanya dengan nada geram. Ia bahkan berpesan kepada anak-anak yang dikirim ke luar negeri agar berani melawan bila dilecehkan.

Pesan Khusus untuk NTB

Kepada Lombok Post, Andre berpesan agar orang tua di Nusa Tenggara Barat tidak ragu menghubungi dirinya jika ingin anaknya ikut program beasiswa ITCC.

“Anak-anak NTB jangan mau kalah dengan anak dari daerah lain. Kesempatan terbuka lebar, asal mau berjuang,” tandasnya. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Beasiswa #andre so #kuliah di luar negeri