LombokPost - Sebanyak 125.279 calon haji Indonesia yang tergabung di dalam 323 Kelompok Terbang (Kloter) sudah tiba di Tanah Suci, Selasa, 20 Mei 2025.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir.
Abdul Basir mengatakan, proses kedatangan jemaah haji reguler masih akan berlangsung hingga penutupan gerbang kedatangan (closing gate) pada 31 Mei 2025 mendatang.
Mengingat, masiih ada 95.721 calon haji asal Indonesia yang belum tiba di Tanah Suci.
Adapun total kuota jamaah haji Indonesia di tahun 2025 ini sebanyak 221.000 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari 201.063 jemaah reguler, 1.572 petugas haji daerah, 685 pembimbing pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 17.680 jemaah haji khusus.
“Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, hingga pagi ini sudah mendarat sebanyak 57 kloter dengan total jemaah 21.990 orang,” ungkap Abdul Basir.
Hingga saat ini pihaknya masih melakukan rekapitulasi On Time Performance (OTP) seluruh penerbangan.
Adapun laporan resmi terkait OTP dan jumlah keterlambatan penerbangan akan disampaikan setelah proses rekapitulasi selesai dilakukan.
Hal ini dilakukan karena berkaitan dengan masih ada saja keterlambatan penerbangan yang membawa calon haji asal Indonesia ke Tanah Suci.
"Perlu dicatat bahwa tidak semua perubahan jadwal dikategorikan sebagai delay. Kalau ada pemberitahuan sebelumnya dan dijadwalkan ulang, itu tetap dianggap on schedule dalam sistem,” jelas Abdul Basir.
Sementara itu, seluruh calon haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah tiba di Tanah Suci.
Penerbangan Kloter 12 atau kelompok penerbangan terakhir dari Embarkasi Lombok tiba di Arab Saudi, Sabtu, 17 Mei 2025.
Kloter 12 tersebut terdiri dari ratuaan jemaah haji yang berasal dari Lombok Barat, Sumbawa dan Dompu.
"Kami mengapresiasi semua yang telah berkontribusi dalam keberangkatan ini," ungkap Kepala Kanwil Kemenag NTB, H Zamroni Aziz.
Walau demikian, Kemenag NTB akan terus memantau dan berkomunikasi dengan petugas haji di Arab Saudi demi kenyamanan dan keamanan JCH selama menjalankan ibadah haji.
Soalnya, kenyamanan para jemaah merupakan komitmen Kemenag NTB, agar seluruh calon haji asal NTB merasa aman dan nyaman selama berada di Tanah Suci.
"Apabila ada jamaah yang mengadu atau menghadapi kesulitan, fleksibilitas dan komunikasi yang baik sangatlah penting," paparnya.***
Editor : Siti Aeny Maryam