LombokPost - Kepolisian Republik Indonesia melalui Bareskrim Polri resmi menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli. Penyelidikan panjang atas dugaan ijazah palsu Jokowi yang dilaporkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) telah dihentikan karena tidak ditemukan unsur pidana.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan, penyidik telah memverifikasi keaslian ijazah Jokowi dari tingkat SD, SMP, SMA hingga Sarjana Kehutanan UGM.
Bahkan, dokumen asli ijazah Jokowi telah diuji secara laboratoris dan dibandingkan dengan ijazah milik tiga rekan kuliah Jokowi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Hasilnya identik. Artinya ijazah Presiden Jokowi berasal dari satu produk yang sama. Tidak ada tindak pidana, sehingga penyelidikan dihentikan,” ujar Djuhandhani di Bareskrim Polri, Kamis (21/5).
Djuhandhani juga memastikan bahwa Presiden Joko Widodo telah memenuhi seluruh syarat kelulusan di UGM. Penyidik juga memeriksa langsung skripsi Jokowi, serta menelusuri kegiatan akademiknya selama menjadi mahasiswa di Fakultas Kehutanan.
Dalam pemeriksaan yang berlangsung sekitar satu jam, Jokowi dicecar 22 pertanyaan oleh penyidik, mulai dari keabsahan ijazah SD hingga ijazah sarjana UGM. Presiden menyatakan semua dokumen pendidikan yang dimilikinya adalah asli dan sah secara hukum.
“Semuanya ditanya, dari SD, SMP, SMA, sampai kuliah di UGM. Bahkan soal skripsi juga,” kata Jokowi menjawab pertanyaan media.
Laporan dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi dilayangkan TPUA pada 9 Desember 2024. Laporan diterima sebagai Laporan Informasi dengan Nomor: LI/39/IV/RES.1.24./2025/Dittipidum pada 9 April 2025. Namun, hasil gelar perkara menyimpulkan tidak ditemukan adanya peristiwa pidana.
“Penyelidikan ini bukan sekadar menjawab aduan masyarakat, tetapi memberikan kepastian hukum dan ketenangan publik. Fakta-fakta telah kami sampaikan secara terbuka,” tambah Djuhandhani.
Dengan hasil penyelidikan ini, Bareskrim berharap polemik dugaan ijazah palsu Jokowi tidak lagi menjadi isu yang menimbulkan kegaduhan.
Kepolisian menyatakan siap untuk menjelaskan lebih lanjut apabila masyarakat membutuhkan informasi lanjutan terkait keaslian ijazah Presiden Jokowi. (***)
Editor : Alfian Yusni