Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penasaran Kapan Idul Adha 2025? Simak Penjelasan Kemenag Ini

Diwan Prima • Jumat, 23 Mei 2025 | 15:55 WIB
Ilustrasi pelaksanaan sidan isbat dalam menentukan perayaan Idul Adha 2025.
Ilustrasi pelaksanaan sidan isbat dalam menentukan perayaan Idul Adha 2025.

LombokPost - Sampai sekarang, masih banyak orang yang penasaran terkait kapan pelaksanaan Idul Adha 2025.

Agar rasa penasarannya tidak berkelanjutan, simak baik-baik keterangan dari Kementerian Agama (Kemenag) ini.

Untuk menentukan Idul Adha 2025, Kemenag akan melakukan pemantauan bulan atau dikenal dengan rukyatul hilal.

Kemenag akan melaksanakan rukyatul hilal tersebut serentak di 114 titik lokasi si Indonesia, Selasa 27 Mei 2025 mendatang.

Pemantauan hilal itu digelar mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Papua dan lainnya.

"Pemantauan hilal awal Zulhijah akan dilakukan di 114 titik di seluruh Indonesia pada 27 Mei mendatang," jelas Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat.

Dalam menentukan hasil rukyatul hilal tersebut, Arsad Hidayat mengatakan, Tim Rukyat dan Hisab Kemenag tidak sendirian, tapi keputusannya berdasarkan kriteria MABIMS.

MABIMS merupakan gabungan dari Menteri Agama Indonesia, Menteri Agama Brunei Darusalam, Menteri Agama Malaysia dan Menteri Agama Singapura.

Berdasarkan keputusan MABIMS itulah diputuskan kriteria posisi hilal saat matahari terbenam.

Diketahui, kriteria MABIMS yang menjadi acuan utama penetapan awal bulan hijriah di Kawasan Asia Tenggara yakni, posisi hilal pada saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia sudah berada di atas ufuk, yakni antara 0° 44,15’ (nol derajat empat puluh empat koma lima belas menit) hingga 3° 12,29’ (tiga derajat dua belas koma dua puluh sembilan menit).

Sedangkan, sudut elongasi berkisar antara 5° 50,64’ (lima derajat lima puluh koma enam puluh empat menit) hingga 7° 6,27’ (tujuh derajat enam koma dua puluh tujuh menit).

Lebih lanjut Arsad menambahkan, setelah melakukan rukyatul hilal, pihaknya akan menggelar sidang isbat di hari yang sama.

Sidang isbat itu akan digelar di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Adapun rangkaian sidang isbat itu akan diawali dengan seminar posisi hilal yang menghadirkan para ahli astronomi dan pakar ilmu falak dari organisasi masyarakat Islam.

"Jadi, setelah Salat Magrib, sidang isbat dilaksanakan secara tertutup. Pada saat yang sama, Kemenag akan menerima laporan hasil rukyatulhilal dari seluruh titik pemantauan," paparnya.

Di saat itu, Menteri Agama akan mendengarkan tanggapan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan para peserta sidang sebelum menetapkan keputusan resmi awal Zulhijah 1446 H.

"Keputusan yang dihasilkan akan menjadi dasar penetapan awal Zulhijah 1446 H sekaligus penentuan Hari Raya Iduladha 2025," papar Arsad.***

Editor : Kimda Farida
#Kemenag #rukyatul hilal #Idul Adha 2025