LombokPost - Setelah melewati berbagai penilaian, akhirnya dua madrasah binaan Kemenag ditetapkan sebagai Sekolah Unggulan Garuda Transformasi.
Dua madrasah itu termasuk ke dalam 12 lembaga pendidikan lainnya yang telah ditetapkan pemerintah sebagai sekolah Garuda Transformasi, menuju Indonesia Emas 2045.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno pun menyambut baik keputusan tersebut.
Kedua madrasah itu yakni, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Ogan Komering Ilir (OKI) dan MAN IC Gorontalo.
Hal itu ditetapkan setelah Wamendikti Saintek, Stella Christie saat mengunjungi MAN IC OKI di pertengahan minggu ini.
Menurut Amien Suyitno hal ini merupakan pengakuan nyata bahwa madrasah mampu menghadirkan pendidikan kelas dunia.
"MAN IC OKI membuktikan bahwa anak-anak madrasah bisa menjadi pionir inovasi di tingkat nasional,” kata Suyitno saat mendampingi kunjungan Wamendikti ke MAN IC OKI tersebut.
Amien Suyitno menambahkan MAN IC OKI siap menjadi role model dalam mewujudkan pendidikan unggul berbasis karakter, inovasi dan integritas.
Sementara itu, Wamendikti Saintek, Stella Christie mengatakan Sekolah Garuda menjadi salah satu program unggulan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek).
"Bagaimana kita bisa memberikan akses kepada mereka yang sebelumnya mungkin mengalami kesulitan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas di bidang sains dan teknologi, inilah dibangunnya Sekolah Garuda,” ungkap Stella Christie.
Stella Christie menambahkan pihaknya tidak sembarangan menetapkan 12 lembaga pendidikan sebagai Sekolah Garuda Transformasi.
Soalnya, penetapan itu dilakukan setelah dinilai, memiliki kualitas tinggi di sistem pembelajaran dan kurikulum.
Sehingga pemerintah tidak perlu banyak melakukan banyak perubahan.
Stella Christie menambahkan, paling pemerintah, hanya perlu melakukan bimbingan khusus di kelas 12 sekolah tersebut untuk bisa menembus kampus top dunia.
Diketahui, Sekolah Garuda Transformasi merupakan program prioritas nasional yang mengusung penguatan ekosistem pendidikan.
Caranya, dengan pendekatan sains dan teknologi yang berpadu dengan nilai kebangsaan dan religiusitas.***
Editor : Siti Aeny Maryam