LombokPost - Pemerintah sudah menetapkan 1 Zulhijah 1446 H jatuh pada 28 Mei 2025. Dengan, demikian, mama Idul Adha 2025 jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.
Hal itu ditetapkan pemerintah melalui Sidang Isbat di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, kemarin.
Ketua Majelis Ulama Indonesia, Abdullah Jaidi pun mengapresiasi keterbukaan Kemenag dalam proses Sidang Isbat tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama yang telah memberikan ruang bagi MUI untuk menyampaikan pandangan dalam penetapan Hari Raya Idul Adha,” papar Abdullah Junaidi.
Berkaitan dengan pelaksanaan Idul Adha tersebut, Abdullah Jaidi pun menyampaikan beberapa pesan untuk umat Islam di Indonesia.
Abdullah Jaidi mengajak umat Islam menyambut Hari Raya Idul Adha dengan memperbanyak rasa syukur.
Rasa syukur menyambut hari raya tersebut dilakuka dengan cara berpuasa Arafah dan ibadah kurban.
“Kaum Muslimin dan Muslimat yang tidak sedang menunaikan ibadah haji dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, hari Kamis. Puasa ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Salam," jelas Abdullah Jaidi.
Selain berpuasa Arafah, umat Islam juga diimbau untuk menyembelih hewan kurban, bagi yang mampu.
Mengingat, penyembelihan hewan kurban ini penting, karena sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah sekaligus wujud nyata kesalehan sosial.
Abdulllah Jaidi menilai, ibadah menyembelih hewan kurban ini memberi manfaat langsung kepada masyarakat, terutama kalangan fakir dan miskin.
“Bagi kaum muslimin yang memiliki kemampuan, jangan melupakan untuk berkurban pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijah," pesan Ketua MUI Indonesia.
Abdullah menambahkan bahwa ibadah kurban merupakan bagian dari syiar Islam yang perlu terus dijaga.
Tidak hanya dijaga, tapi diamalkan sebagai bentuk penghormatan terhadap ajaran agama.
"Ibadah kurban adalah bagian dari mewujudkan kesalehan sosial kita,” paparnya.***
Editor : Siti Aeny Maryam