LombokPost - Antusiasme remaja mengikuti Program Barak Militer Depok membeludak.
Dalam waktu sembilan hari, sebanyak 285 remaja usia 13–15 tahun mendaftar untuk ikut pelatihan bela negara dan pembinaan karakter yang digelar Pemerintah Kota Depok bersama TNI.
Padahal, kuota awal pelatihan bela negara hanya 50 peserta. Melihat lonjakan minat yang signifikan, Pemkot Depok langsung memutuskan menambah kuota menjadi 100 peserta, terdiri dari 75 laki-laki dan 25 perempuan.
Baca Juga: Elon Musk Mundur dari Pemerintahan Trump, Fokus Lagi ke Tesla di Tengah Penurunan Penjualan
“Program barak militer Depok ini memang ditunggu-tunggu masyarakat. Meski awalnya menyasar remaja yang pernah terlibat kenakalan, nyatanya peminatnya jauh lebih luas,” ujar Kepala Bakesbangpol Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny, Rabu (29/5).
Program barak militer Depok ini akan digelar pada 1–7 Juni 2025. Lokasi pelatihan bela negara tersebar di dua markas militer, yakni Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, dan Batalyon Perhubungan TNI AD Jatijajar.
Peserta akan mengikuti berbagai kegiatan pembentukan karakter, pelatihan kedisiplinan, serta penanaman nilai nasionalisme, tanpa unsur kekerasan fisik maupun verbal. TNI menegaskan pelatihan bersifat edukatif, ramah remaja, dan menyenangkan.
Baca Juga: Messi Gabung Proyek Gila Luis Suarez, Klub Baru Lahir di Uruguay!
Pendaftaran barak militer Depok dilakukan secara online melalui formulir resmi. Syaratnya, usia 13–15 tahun dan mendapat izin orang tua.
“Seleksi akan ketat karena jumlah pendaftar jauh melebihi kuota. Jika berjalan baik, kami siapkan gelombang berikutnya,” tambah Lienda.
Lonjakan minat pada pelatihan bela negara ini jadi sinyal kuat bahwa program barak militer Depok mampu menjawab keresahan masyarakat terhadap pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Sinergi Pemkot Depok dan TNI ini pun mendapat sambutan positif dari warga. (***)
Editor : Alfian Yusni