Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

445 Bus Salawat Disediakan Untuk Jemaah Haji Indonesia di 205 Hotel, Sesuaikan Keberangkatan dan Kepulangan dari Masjidil Haram

Diwan Prima • Jumat, 30 Mei 2025 | 10:30 WIB
Bus Salawat yang disediakan PPIH Arab Saudi  siap mengangkut jemaah haji Indonesia di Makkah.
Bus Salawat yang disediakan PPIH Arab Saudi siap mengangkut jemaah haji Indonesia di Makkah.

LombokPost - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia menyediakan 445 bus untuk jemaah haji Indonesia di 205 hotel di Kota Makkah.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Mujib Roni, menyikapi fase puncak penyelenggaraan ibadah haji di Kota Makkah, Arab Saudi.

Mengingat, di momen seperti ini, jemaah haji dari seluruh dunia, termasuk Indonesia terkonsentrasi di Makkah Al Mukarromah.

Mujib Roni mengatakan, pihaknya sudah mengoperasikan seluruh armada bus salawat untuk para jemaah haji Indonesia.

Bus Salawat itu akan mengantar jemaah haji Indonesia dari hotel ke Masjidil Haram dan begitu juga sebaliknya.

"Totalnya, ada 445 bus yang sudah kita operasikan untuk memfasilitasi jemaah di 205 hotel di Makkah. Ini sudah memasuki fase puncak keberadaan jemaah di Makkah,” jelas Mujib Roni.

Sementara itu, Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M Hanafi mengatakan di saat seperti ini, jemaah haji Indonesia dan jemaah dari seluruh dunia akan menjalani puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina.

Tak dipungkiri, akan terjadi kepadatan jemaah yang sangat luar biasa di Makkah. Untuk itu, Muchlis M Hanafi mengimbau jemaah Indonesia untuk menyesuaikan waktu keberangkatan bus ke Masjidil Haram dan juga saat pulang ke hotel setelah salat.

Soalnya, Masjidil Haram sangat padat di waktu salat.

"Untuk menghindari kepadatan antrean di halte dan terminal Bus Salawat, jemaah agar menyesuaikan waktu keberangkatan dari hotel maupun waktu kepulangan dari Masjidil Haram dengan menggunakan Bus Salawat,” imbau Muchlis M Hanafi, di Makkah, Kamis, 29 Mei 2025.

Muchlis juga mengimbau agar jemaah datang ke Masjidil Haram lebih awal, agar jemaah dapat tempat salat di dalam masjid.

"Hindari potensi kemungkinan penutupan terminal dan potensi salat di luar masjid dengan risiko kepanasan,” ujarnya.

Muchlis menambahkan, setelah salat, jemaah juga diimbau untuk tidak langsung bubar dan pulang ke hotel. Soalnya, di saat itu, kondisi halte masih sangat padat.

Jemaah bisa memanfaatkan waktu untuk berzikir terlebih dahulu sambil menunggu kondisi halte tidak terlalu padat.

“Setelah salat, jemaah agar pulang lebih lambat, menunggu sekitar satu jam untuk menghindari antrean dan penumpukan jemaah di terminal bus,” paparnya.

Muchlis juga mengimbau agar jemaah bisa memastikan agar tidak salah naik bus.

“Pastikan naik bus sesuai rute tujuan yang akan membawa kembali ke hotel,” pungkas Muchlis.***

Editor : Siti Aeny Maryam
#ppih #bus salawat #jemaah haji indonesia #makkah