Misi ini menjadi salah tujuan pemerintah mendirikan Koperasi Desa Merah Putih, agak masyarakat, terutama dipedesaan, tidak lagi berurusan dengan rentenir, tengkulak atau pinjol (pinjaman online).
Karena Koperasi Desa Merah Putih akan memberikan pinjaman kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Dengan bunga yang sangat murah dan tanpa syarat anggunan apapun. Cukup hanya dengan menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih di masing-masing desa/kelurahan.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Zulkifli Hasan, Kamis (29/5) lalu mengungkapkan, Koperasi Desa Merah Putih merupakan koperasi simpan pinjam yang menawarkan bunga murah.
Hal ini dilakukan untuk menekan rentenir atau pinjaman online (pinjol) ilegal di desa.
"Tidak boleh ada judol, tengkulak, rentenir, harus kita pangkas, nggak boleh ada lagi. Maka harus ada BRILink atau BSI, atau BNI. Nanti di situ. Sehingga di situ juga bisa ada income, ada pendapatan. Itu juga memotong akses yang jauh, desa itu jauh ke bank itu. Ini langsung bank datang ke desa. Jadi, menghindari tadi ya, rentenir, pinjol, middle man, kemudian tengkulak-tengkulak," tegas Zulhas.
Selain itu, Koperasi Desa Merah Putih bisa menjadi kaki tangan pemerintah untuk menstabilkan harga pangan di desa apabila harganya sedang melejit. Pemerintah dapat melakukan operasi pasar melalui Kopersi Desa Merah Putih.
Koperasi Desa Merah Putih yang akan dibentuk oleh pemerintah pusat di setiap desa seluruh wilayah Indonesia ini merupakan langkah cerdas untuk menyelesaikan semua persoalan yang ada di masyarakat.
Dari masalah melindungi masyarakat dari meminjam uang di rentenir, kelangkaan pupuk, harga sembako yang tinggi, tabung gas yang langka hingga masalah kesehatan akan diatasi sekaligus oleh pemerintah melalui Koperasi Desa Merah Putih ini.
Koperasi Desa Merah Putih bukan seperti koperasi pada umumnya. Karena selain mengelola simpan pinjam, Koperasi Desa Merah Putih dibangun seperti warung-warung di desa. Yang menjual sembako dll dengan harga grosir.
Bukan itu saja, penyaluran gas elpiji dan pupuk juga dilakukan di Koperasi Desa Merah Putih ini. Sehingga tidak ada lagi oknum yang ditemukan melakukan penumpukan gas atau pupuk sehingga langka seperti kasus-kasus sebelumnya.
Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, sangat yakin jika Koperasi Desa Merah Putih ini nantinya mampu menggerakkan perekonomian nasional melalui peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Mengenai rumor yang berkembang jika kehadiran Desa Merah Putih dapat membuka peluang terjadinya monopoli pasar karena Koperasi Desa Merah Putih dengan konsepnya akan menjadi distributor utama di desa, sangat tidak beralasan menurut Zumhas.
""Nggak ada monopoli. Warung tuh dimana-mana ada. Cuma ini desa punya juga warung, Kopdes ini. Sehingga harganya dari pusat, nggak untung terlalu banyak, rantainya nggak panjang. So, silahkan aja. Mau beli sini, beli sini silahkan. Gas melon kan pangkalan banyak juga, sudah ada dimana-mana gitu. Kopdes juga dikasih dong," tegas Zulhas.
Zulhas menjelaskan, Koperasi Desa Merah Putih ini akan menjadi penyelamat bagi masyarakat ditingkat desa untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari dengan biaya yang minim.
Pasalnya Koperasi Desa Merah Putih ini akan menjual bahan-bahan sembako, gas, pupuk dan obat-obatan dengan harga yang lebih terjangkau, dengan cara memotong rantai distribusi yang panjang.
Sesuai konsepnya, Koperasi Desa Merah Putih diwajibkan mempunyai tujuh unit usaha, yakn sebagai berikut:
1. Kantor Koperasi
2. Kios Pengadaan Sembako
3. Unit Bisnis Simpan Pinjam
4. Klinik Kesehatan Desa/Kelurahan
5. Apotek Desa/Kelurahan
6. Sistem Pergudangan/Cold Storage
7. Sarana Logistik Desa/Kelurahan.
Dengan begitu, Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi agen penyalur LPG 3 kg hingga pupuk subsidi.
Zulhas menyebut, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar program tersebut dapat menguntungkan. Untuk itu, Kopdeskel dirancang akan menjadi agen penyalur pupuk subsidi, pangkalan LPG 3 kg, serta sembako.
"Di desa, kata Pak Presiden, tidak boleh ada orang yang tidak terjamin kesehatannya. Maka harus ada klinik, atau Pustu atau pusat pembantu Puskesmas. Harus ada apotek sederhana. Jadi kalau orang sakit di desa, tidak harus ke kota. (Kemudian) Harus ada logistik. Jadi nanti kalau ada hasil pertanian di kampung, dibawa ke koperasi, ada angkutannya. Sebaliknya dari koperasi mau ke kabupaten, ada angkutannya. Dari kota ke koperasi, ada angkutannya," tambah Zulhas.
Selain itu, Zulhas menambahkan, Koperasi Desa Merah Putih juga dapat menjadi penyalur bantuan sosial dari pemerintah.
"Pemerintah nantinya akan kerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk menjalankan rencana tersebut," ungkap Zulhas.
Editor : Siti Aeny Maryam