LombokPost - Momen langka tersaji di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6). Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden RI Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terlihat duduk bersama dalam satu rangkaian upacara kenegaraan memperingati Hari Lahir Pancasila.
Kehadiran Megawati, Prabowo, dan Gibran dalam Upacara Hari Lahir Pancasila menjadi sorotan. Bukan sekadar seremoni, tapi simbol kuat kenegarawanan dan soliditas kepemimpinan nasional.
Megawati hadir sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sedangkan Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara.
Wapres Gibran tampak mendampingi, mengenakan setelan resmi dan memberikan penghormatan saat disebut namanya oleh Presiden Prabowo.
Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menyebut, pertemuan Megawati dan Prabowo dalam upacara Hari Lahir Pancasila adalah cerminan sikap kenegarawanan.
Apalagi keduanya dikenal memiliki hubungan yang baik sejak lama, terutama dalam konteks strategis dan ideologi negara.
“Ibu Mega dan Pak Prabowo bersahabat sejak lama. Pertemuan ini bukan kali pertama. Presiden Prabowo juga sempat bersilaturahmi ke rumah Bu Mega di Teuku Umar, 9 April lalu,” ujar Said kepada wartawan.
Menurut Said, sinergi Megawati dan Prabowo menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas politik nasional. Apalagi tantangan kebangsaan ke depan dinilai tidak mudah.
“Presiden Prabowo menekankan pentingnya persatuan bangsa. Saya kira Ibu Mega menyambut baik semangat itu,” katanya.
Walau PDIP sebagai partai politik tidak masuk dalam koalisi pemerintahan saat ini, Megawati tetap menjalin komunikasi baik dengan Presiden Prabowo.
Sebagai dua tokoh besar nasional, keduanya memiliki koneksi batiniah yang kuat, kata Said.
Bulan Juni sendiri sangat bersejarah bagi PDIP. Said menyebut bulan ini sebagai Bulan Bung Karno, karena banyak momen penting yang terjadi: 1 Juni 1945 Bung Karno membacakan Pancasila, 6 Juni 1901 Bung Karno lahir, dan 21 Juni 1970 Bung Karno wafat.
“Bulan Juni menjadi momentum refleksi nilai-nilai ideologis Pancasila dan warisan Bung Karno,” jelasnya.
Kehadiran Megawati, Prabowo, dan Gibran dalam Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila menjadi pesan kuat.
Negara hadir. Persatuan dijaga. Pancasila tetap menjadi fondasi utama dalam membangun Indonesia ke depan. (***)
Editor : Alfian Yusni