Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Selain BSU 2025, Pemerintah Juga Akan Gulirkan Penebalan Bansos di Bulan Juni, 18,3 Juta Penerimanya Bakal Senyum Sumringah

Diwan Prima • Kamis, 12 Juni 2025 | 18:03 WIB
Gus Ipul memimpin rapat pimpinan menjelang pencairan penebalan Bansos di gedung Kemensos, Rabu, 11 Juni 2025.
Gus Ipul memimpin rapat pimpinan menjelang pencairan penebalan Bansos di gedung Kemensos, Rabu, 11 Juni 2025.

LombokPost - Pemerintah tidak hanya menyalurkan Bantuan Subsidi Upah atau BSU 2025 saja di bulan Juni ini. Tapi, juga akan menggulirkan penebalan Bansos.

Hal itu dilakukan karena penebalan Bantuan Sosial (Bansos) sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi.

Diketahui, stimulus ekonomi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memicu pertumbuhan ekonomi.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul usai memimpin rapat pimpinan di Gedung Kemensos, Rabu, 11 Juni 2025.

“Kita luncurkan juga di bulan Juni ini penebalan bansos," ungkap Gus Ipul.

Dalam penebalan Bansos itu, Gus Ipul menambahkan bahwa para penerimanya akan mendapatkan sembako dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Bantuan Pangan Non Tunai sebesar Rp200 ribu dikali dua bulan, bulan Juni dan bulan Juli," ujarnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa hal itu sebagai salah satu bentuk atensi presiden kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Selain itu, juga diharapkan bisa meringankan beban masyarakat, memperkuat daya beli dan memicu pertumbuhan ekonomi.

Diketahui, Kemensos akan memberikan penebalan Bansos ini kepada sekitar 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Lebih lanjut Gus Ipul menambahkan, untuk penyaluran Bansos triwulan II secara keseluruhan sedang berproses.

Saat ini proses penyaluran Bansos Sembako terus berjalan dan menuju ke penyaluran 95,5 persen dari 18.277.083 KPM Sembako dan 10 juta KPM PKH.

Adapun sebanyak 4,5 persen atau 805 ribu KPM penerima Bansos Sembako sedang proses buka rekening kolektif (Burekol).

Dari 805 ribu KPM tersebut, sebanyak 654 ribu di antaranya adalah penerima program PKH.

Diketahui sebelumnya, Pencairan Bantuan Subsidi Upah atau BSU 2025 direncanakan pemerintah di Juni 2025.

Inilah saat yang ditunggu-tunggu bagi para pekerja yang menginginkan dana BSU segera masuk ke rekeningnya.

Soalnya, nominalnya cukup lumayan. Yakni, Rp 300.000 per pekerja per bulan. Pemerintah akan mentransfer untuk dua bulan sekaligus, Juni dan Juli 2025.

Sehingga, setiap pekerja akan menerima BSU 2025 sebanyak Rp 600.000.

Diketahui, sebanyak 17,3 juta pekerja di Indonesia yang akan mendapatkan BSU tahun 2025.

"Ini ditujukan kepada pekerja dan para guru honorer, yaitu pemberian bantuan subsidi upah BSU kepada 17,3 juta pekerja yang memiliki gaji di bawah 3,5 juta atau di bawah upah minimum provinsi, Kabupaten dan kota,” jelas Menteri Keuangan, Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

Adapun total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk penyaluran BSU di 2025 ini sebanyak Rp 10,72 triliun yang bersumber dari APBN.***

Editor : Siti Aeny Maryam
#Kemensos #bantuan subsidi upah #BSU 2025 #penebalan bansos