
LombokPost – Perekonomian NTB mencatatkan rekor impresif sepanjang semester pertama 2026.
Pertumbuhan ekonomi daerah ini meroket hingga 13,64 persen secara tahunan (yoy), dengan lonjakan surplus neraca perdagangan yang menembus USD 1,241 miliar.
Capaian ini ditopang melejitnya aktivitas ekspor komoditas pertambangan. Khususnya konsentrat tembaga dan katoda dari fasilitas smelter PT AMMAN Mineral.
“Pemerintah terus menjaga momentum tersebut melalui pengelolaan fiskal yang hati-hati, prudent, dan tepat sasaran,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB Ratih Hapsari Kusumawardani.
DJPb NTB mencatat tiga pilar utama di balik solidnya kinerja ekonomi daerah. Di antaranya, surplus neraca perdagangan mencapai USD 1,241 miliar.
Hingga Juni 2026, total nilai ekspor NTB menembus USD 1,287 miliar yang didominasi tembaga, katoda, dan mutiara. Sementara impor hanya sebesar USD 45,90 juta.
Selanjutnya, indikator kesejahteraan petani dan nelayan kian menguat. Ditandai melambungnya Nilai Tukar Petani (NTP) ke angka 130,95 serta Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang menyentuh 110,85.
Hal ini mencerminkan daya beli dan penerimaan sektor agromaritim yang terus membaik.
Kemudian pengangguran dan kemiskinan berhasil terpangkas secara signifikan.
Hal itu ditunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang berhasil ditekan hingga 2,99 persen. Penurunan angka kemiskinan menjadi 11,38 persen, dan perbaikan Gini Ratio di angka 0,364.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




