Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tak Ada WNI yang Jadi Korban, Apindo Waspadai Efek Berantai lewat Lonjakan Harga Minyak

Lombok Post Online • Selasa, 17 Juni 2025 | 13:24 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - ASOSIASI Pengusaha Indonesia (Apindo) mengaku khawatir konflik Iran dan Israel bakal berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional.

Terutama melalui lonjakan harga minyak dunia dan gangguan jalur logistik internasional.

Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menyebut, sebagai negara pengimpor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM), Indonesia sangat rentan terhadap fluktuasi harga energi global.

Kenaikan harga minyak, lanjut Shinta, efeknya bisa berantai. Tak cuma memicu tekanan inflasi, tetapi juga Dapat berdampak pada nilai tukar rupiah serta mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional.

Meski demikian, Shinta menegaskan bahwa hingga saat ini konflik antara Iran dan Israel belum memicu efek langsung. Sebab, kedua negara tersebut bukan merupakan mitra dagang utama Indonesia.

"Volume perdagangan kita dengan Iran, apalagi Israel, sangat minim," urai Shinta di Jakarta Senin (16/6).

Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga mengingatkan, meski ketegangan Iran versus Israel belum berdampak, risiko tetap ada.

“Sebab, Timur Tengah merupakan pusat penting produksi dan distribusi minyak dunia,” katanya.

Menurut dia, skenario terburuk seperti blokade Selat Hormuz atau terganggunya produksi dan distribusi energi dari Iran dan negara sekitarnya bisa memberikan efek domino ke pasar keuangan global.

“Indonesia bisa terdampak dalam bentuk tekanan inflasi, perlambatan pemulihan ekonomi, hingga meningkatnya sentimen risk-off di kalangan investor,” katanya.

Siaga 2

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan tak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pasca serangan Israel ke Iran. Saat ini setidaknya ada 386 WNI berada di negeri yang beribu kota di Teheran itu, mayoritas tengah studi di Qom.

Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani Minta Waspadai Konflik Iran dan Israel Terhadap Perekonomian
Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani Minta Waspadai Konflik Iran dan Israel Terhadap Perekonomian

Juru Bicara Kemenlu Rolliansyah Soemirat dalam keterangannya pada Minggu (15/6) mengungkapkan, KBRI Teheran terus menjalin komunikasi dengan para WNI di Iran. Meski belum melakukan evakuasi, ia memastikan bahwa Kemenlu dan KBRI Teheran sudah menyusun rencana kontinjensi. Sebab, sejak Juli 2024 KBRI Teheran telah menetapkan status Siaga 2.(agf/mia/ttg/JPG/r3)

Editor : Siti Aeny Maryam
#logistik #nasional #internasional #minyak dunia #Apindo #Perekonomian