LombokPost – Gunung Lewotobi Laki-laki, yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, telah menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan dalam lima tahun terakhir.
Sejak pertengahan 2020 hingga erupsi dahsyat pada 17 Juni 2025, gunung ini telah berkali-kali "batuk," mengukir jejak letusan yang mengharuskan masyarakat dan pemerintah terus bersiaga.
Periode Awal (2020-2023): Aktivitas Terpantau, Belum Intensif
Pada awal periode lima tahun terakhir, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki cenderung fluktuatif namun belum mencapai intensitas seperti yang terjadi belakangan.
Meskipun ada catatan peningkatan aktivitas sesekali, seperti pada Juni 2024 di mana Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki mencatat kenaikan aktivitas dan status dinaikkan dari Waspada (Level II) ke Siaga (Level III) pada 10 Juni 2024.
Pembatasan aktivitas diberlakukan dalam radius 3 km dari pusat erupsi.
Peningkatan Drastis di Akhir 2024
Puncak aktivitas paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir terjadi pada akhir tahun 2024. Pada 3 November 2024, Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi secara masif, bahkan memakan korban jiwa dan menyebabkan ribuan warga mengungsi.
Erupsi ini menjadi perhatian nasional dengan kolom abu yang tinggi dan dampak material yang meluas. Status gunung pun dinaikkan menjadi Level IV (Awas) pada 3 November 2024 pukul 00.00 WITA, setelah sebelumnya berada pada Level Siaga sejak 25 Juni hingga 24 September 2024.
Erupsi pada November 2024 ini berdampak pada tujuh desa, menelan sembilan korban jiwa dan 34 orang terluka, serta memaksa lebih dari 10.000 jiwa mengungsi. Bandara Internasional Komodo juga sempat ditutup akibat dampak abu vulkanik. Aktivitas erupsi terus berlanjut hingga Minggu, 10 November 2024, dengan lontaran abu mencapai 9 kilometer di atas puncak kawah.
Intensitas Tinggi di Awal 2025
Memasuki tahun 2025, Gunung Lewotobi Laki-laki tetap menunjukkan keganasan.
Status Level IV (Awas) sempat diberlakukan kembali pada 9 Januari 2025 pukul 23.00 WITA, meskipun kemudian diturunkan menjadi Level III (Siaga) pada 29 Januari 2025.
Pada Maret 2025, tepatnya 21 Maret 2025, gunung ini kembali meletus, menyebabkan sekitar 4.976 orang mengungsi. Bahkan dilaporkan ada korban luka bakar akibat guguran debu dari awan panas.
Aktivitas terus berlanjut sepanjang April dan Mei 2025:
20 April 2025: Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi pada pukul 06.06 WITA. Dalam sepekan terakhir sebelum tanggal tersebut, tercatat gunung ini sudah erupsi sebanyak 67 kali. Total erupsi yang tercatat oleh MAGMA Indonesia untuk Lewotobi Laki-laki hingga April 2025 adalah 317 kali.
18 Mei 2025: Gunung Lewotobi Laki-laki meletus beberapa kali.
19 Mei 2025: Gunung Lewotobi Laki-laki meletus lima kali antara pukul 18.00 hingga 24.00 WITA, memunculkan bara api dari kawah.
23 Mei 2025: Masih terjadi gempa hembusan dan aktivitas vulkanik.
Erupsi Terkini: 17 Juni 2025
Rentetan aktivitas ini mencapai puncaknya kembali pada Selasa, 17 Juni 2025, pukul 17:35 WITA, dengan erupsi besar yang menghasilkan kolom abu setinggi 10.000 meter di atas puncak, disertai awan panas dan lontaran material ke segala arah. Status gunung kembali berada pada Level IV (Awas), dan rekomendasi jarak aman diperluas menjadi 7 km dari pusat erupsi dan sektoral Barat Daya-Timur Laut 8 km.
Catatan lima tahun terakhir ini menunjukkan bahwa Gunung Lewotobi Laki-laki adalah gunung api yang sangat aktif dan membutuhkan pemantauan serta kewaspadaan tinggi dari semua pihak, terutama masyarakat yang tinggal di lerengnya.
Editor : Siti Aeny Maryam