LombokPost - Sebanyak 5.600 desa di Indonesia yang masih gelap gulita tanpa listrik bakal segera terang.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya akan jadi solusi utama untuk menjangkau desa-desa terpencil, sesuai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
"Bapak Presiden sudah menyampaikan bahwa dalam waktu 4 sampai 5 tahun, insyaallah desa-desa yang tidak ada listrik akan kami pasang listriknya lewat PLTS," ujar Bahlil, Sabtu (28/6).
Ia menyebut proyek listrik desa berbasis PLTS ini akan melibatkan swasta, PLN, dan pemerintah.
Saat ini, sekitar 5.600 desa belum berlistrik. Pemerintah melihat ini sebagai bentuk ketimpangan akses energi yang harus segera ditangani.
"Negara wajib hadir untuk memenuhi hak dasar rakyat, termasuk hak atas energi," tegasnya.
Hingga kini, pemerintah telah berhasil membangun 47 PLTS di 47 desa dari 11 provinsi.
Sebanyak 47.383 rumah tangga sudah merasakan manfaatnya. Proyek itu diresmikan secara daring oleh Presiden Prabowo Subianto.
Total kapasitas 47 PLTS itu mencapai 27,8 megawatt (MW), dengan rincian 46 PLTS off-grid dan 1 PLTS on-grid.
Proyek ini merupakan kolaborasi antara Kementerian ESDM, pemerintah daerah, PLN, dan sektor swasta.
Menurut Bahlil, program PLTS untuk desa belum berlistrik ini menjadi bukti nyata pemerintah mewujudkan pemerataan energi, dari Aceh sampai Papua.
"Kami ingin membuktikan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berpusat di kota," katanya.
Melalui program listrik desa PLTS ini, pemerintah berharap seluruh wilayah di Tanah Air bisa terang benderang dalam lima tahun.
"Insyaallah tak ada lagi 5.600 desa gelap. Semuanya akan terang karena PLTS," tandasnya. (***)
Editor : Alfian Yusni