Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sekolah Rakyat Gratis Siap Dibuka, 100 Titik Dibangun, Sasar Anak dari Keluarga Termiskin!

Alfian Yusni • Senin, 30 Juni 2025 | 08:13 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Wamensos Agus Jabo, saat kunjungan ke Sekolah Rakyat di Jakarta. (Foto: antara)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Wamensos Agus Jabo, saat kunjungan ke Sekolah Rakyat di Jakarta. (Foto: antara)

LombokPost - Sekolah Rakyat Gratis 2025 siap diluncurkan! Pemerintah tengah merampungkan pembangunan 100 titik Sekolah Rakyat yang disiapkan khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Sekolah ini akan mulai beroperasi serentak pada pertengahan Juli 2025.

Sekolah Rakyat gratis ini adalah program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Total ada 200 titik Sekolah Rakyat yang ditargetkan dibangun secara bertahap. Pada tahap pertama, 100 titik Sekolah Rakyat akan mulai menerima siswa sebanyak 9.755 orang.

Sekolah Rakyat adalah sekolah gratis berkonsep asrama untuk anak-anak dari kelompok keluarga termiskin nasional, yaitu Desil 1 dan 2.

Para siswa dipastikan tidak dipungut biaya sedikit pun, bahkan orang tua mereka akan diberi pelatihan pemberdayaan dan perbaikan rumah tidak layak huni.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul meninjau langsung progres Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Jakarta Timur, Minggu (29/6).

Sekolah Rakyat di lokasi ini ditargetkan mulai menggelar masa orientasi siswa pada 14 Juli 2025.

“Insya Allah 14 Juli sudah dimulai orientasi. Kita sebut matrikulasi, untuk guru dan siswa,” ujar Gus Ipul di lokasi.

Sekolah Rakyat Gratis 2025 di Sentra Handayani sudah hampir rampung.

 

Menteri PUPR Dody Hanggodo menyebut progres fisik bangunan di sana sudah 92 persen.

Secara nasional, rata-rata progres pembangunan 100 titik Sekolah Rakyat telah mencapai 83 persen.

“Beberapa daerah sudah di atas 88 persen, tinggal penyelesaian mebel dan pengecatan,” kata Dody.

Sekretaris Jenderal Kemensos RI, Robben Rico, juga mengecek kesiapan Sekolah Rakyat Rintisan di Sentra Meohai, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, progres pembangunan sudah 79 persen dan ditargetkan selesai pada awal Juli 2025.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan bahwa penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) tetap mendapat bantuan meski telah masuk Sekolah Rakyat.

Gubernur DKI Pramono menjamin manfaat KJP tetap berjalan karena bersifat menyeluruh dan tidak terbatas pada jenis sekolah.

“KJP tetap diberikan. Karena manfaatnya juga untuk kebutuhan pokok keluarga seperti sembako murah,” jelas Pramono.

Sekolah Rakyat 2025 tidak menggunakan seleksi akademik. Proses rekrutmen dilakukan melalui verifikasi data sosial ekonomi, serta pemeriksaan kesehatan.

Data berasal dari BPS, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, pendamping PKH, hingga sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Bukan anak-anak pintar yang dicari, tapi anak-anak yang paling butuh kesempatan,” ujar Gus Ipul.

Sekolah Rakyat juga dirancang sebagai sekolah pencari bakat.

Dalam proses belajarnya, siswa akan dikenali potensinya sejak dini, baik akademik, seni, olahraga, hingga keterampilan vokasional.

Semua siswa wajib tinggal di asrama dan mengikuti kurikulum berbasis karakter.

Sekolah Rakyat 2025 benar-benar menjadi angin segar bagi ribuan keluarga miskin ekstrem.

Bukan hanya pendidikan, tapi juga harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Presiden Prabowo Subianto #pembangunan 100 titik #Sekolah Rakyat #Program Prioritas