Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jenazah Juliana Marins Akhirnya Tiba di Brasil, Dijemput Personel Angkatan Udara Brasil

Rosmayanthi • Rabu, 2 Juli 2025 | 10:35 WIB

Jenazah Juliana Marins akhirnya tiba di Pangkalan Angkatan Udara Galeao di Rio de Janeiro pada 1 Juli 2025 waktu setempat.
Jenazah Juliana Marins akhirnya tiba di Pangkalan Angkatan Udara Galeao di Rio de Janeiro pada 1 Juli 2025 waktu setempat.
LombokPost - Jenazah Juliana Marins akhirnya tiba di Pangkalan Angkatan Udara Galeao di Rio de Janeiro pada 1 Juli 2025 waktu setempat.

Juliana Marins adalah pendaki asal Brasil yang mengalami kecelakaan tragis jatuh di jurang Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga tewas pada Sabtu (21/6).

Turun dari pesawat, sejumlah personel Angkatan Udara Brasil tampak langsung menjemput ke pesawat dan membawa peti mati Juliana Marins.

Seperti diketahui, jenazah Juliana Marins usai diautopsi di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) dan dipulangkan ke Brasil pada Senin (30/6) dini hari.

Kabid Penunjang Non Medik RSBM, Ellien Christiansen Nainggolan, mengatakan jenazah Juliana de Saouza Pereira Marins telah diserahkan ke Yayasan Antar Bangsa, yang kemudian diberangkatkan ke negara asalnya.

Ellien menjelaskan jenazah Juliana dijemput oleh Polda Bali dan pihak yayasan. Jenazah berangkat menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pukul 12.00 Wita.

Jenazah Juliana diterbangkan ke Brasil melalui penerbangan kargo dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 00.30 Wita dan diperkirakankan tiba di Brasil pada Rabu (2/7/2025) pukul 15.50 waktu setempat.

" Tidak ada (pendampingan keluarga Juliana). Pihak yayasan dan pihak konsulat saja," kata Ellien.

Pihak Keluarga Ajukan Otopsi Ulang ke Kantor Jaksa Agung Brasil

Insiden tewasnya wisatawan asal Brasil bernama Juliana Marins (27) ke dalam jurang saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani, Lombok Timur, pada Sabtu (21/6/2025) masih mengundang penasaran publik.

RSUD Bali telah melakukan otopsi pada jasad Juliana Marins dan menemukan banyak terjadi patah-patah tulang sehingga menimbulkan kerusakan pada organ-organ dalam serta pendarahan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebab kematian Juliana Marins adalah karena kekerasan tumpul,

Namun pihak keluarga Juliana Marins sepertinya tidak puas dengan kesimpulan otopsi, karena melihat saat jatuh, Juliana Marins masih terlihat hidup, terduduk dan bergerak melalui camera drone turis Malaysia yang diambil usai kejadian.

Akhirnya, setelah jenazah Juliana Marins dipulangkan dari Bali menuju Brasil Senin (30/6) kemarin, pihak keluarga memutuskan untuk melakukan otopsi ulang.

Seperti di kutip dari CNN Brasil, Selasa (1/7/2025), Kantor Jaksa Agung (AGU) Brasil menjelaskan keinginan pihak keluarga Juliana Marins  mengambil tindakan hukum untuk meminta autopsi ulang di Brasil.

Pihak kejaksaan mengatakan pihaknya akan secara sukarela memenuhi permintaan tersebut.

Permintaan otopsi ulang di Brasil diajukan oleh Kantor Pembela Umum Federal (DPU) melalui pihak keluarga.

AGU mengkomunikasikannya kepada Pengadilan Federal ke-7 Niteroi, Brasil.

Jenazah Juliana Marins akan akan menjalani pemeriksaan baru segera setelah tiba di Brasil, yang dijadwalkan tiba hari ini atau besok.

“Mengingat sifat kemanusiaan dan isi tuntutan tersebut, kami memahami bahwa sikap yang paling tepat adalah bekerja sama sehingga tindakan yang diminta dapat dilaksanakan dengan cepat dan efektif,” ucap Jaksa Wilayah Uni untuk Wilayah ke-2, Glaucio de Lima e Castro.

Mengenai permintaan otopsi ulang ini juga dirilis oleh saudara perempuan korban, Mariana Marins, melalui media sosial.

Netizen pun mulai membahas ulang kronologis jatuhnya Juliana Marins hingga proses evakuasi.

Tewasnya Juliana Marins memicu kemarahan warga Brasil karena dugaan proses evakuasi yang memakan waktu hampir empat hari. Netizen pun membuat tuduhan proses evakuasi lambat dan terkesan ada pembiaran sehingga membuat Juliana Marins akhirnya tewas.

Jenazah Juliana Marins akhirnya tiba di Brasil, dijemput personel Angkatan Udara Brasil, pihak keluarga ajukan otopsi ulang.
Jenazah Juliana Marins akhirnya tiba di Brasil, dijemput personel Angkatan Udara Brasil, pihak keluarga ajukan otopsi ulang.

Di media sosial Brasil mulai muncul banyak desakan otopsi ulang terhadap Juliana Marins. Padahal otopsi jenazah sebenarnya telah dilakukan di RSUD Bali Mandara pada Kamis (26/6/2025) pukul 22.00 WITA.

Dokter forensik RSUD Bali Mandara, dr Ida Bagus Putu Alit, DMF. Sp.F mengatakan hasil otopsi memperilhakan Juliana Marins  meninggal bukan akibat hipotermia saat jatuh di jurang.

Editor : Siti Aeny Maryam
#rinjani #brasil #jenazah #angkatan udara #Juliana Marins