Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ada Fakta Mengejutkan Diungkap Agam Rinjani Saat Menemukan Jasad Juliana, Darah Berceceran Disepanjang Bebatuan dan Kepalanya...

Rosmayanthi • Rabu, 2 Juli 2025 | 15:31 WIB

Ada fakta mengejutkan diungkap Agam Rinjani saat menemukan Jasad Juliana, darah berceceran disepanjang bebatuan dan kepalanya retak.
Ada fakta mengejutkan diungkap Agam Rinjani saat menemukan Jasad Juliana, darah berceceran disepanjang bebatuan dan kepalanya retak.
LombokPost - Satu per satu fakta mengejutkan diungkap Agam Rinjani saat mengevakuasi Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang jatuh di jurang Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat Sabtu (21/6).

Dalam podcast Deddy Corbuzier baru-baru ini, Agam Rinjani mengungkap fakta mengerikan saat pertama kali menemukan Juliana Marins.

Menurut Agam Rinjani, Juliana Marins jatuh ke jurang Rinjani secara tiga tahap. Pertama kali jatuh di kedalaman 200 meter, lalu karena posisi miring dia terjatuh lagi di kedalaman 400 meter dan terakhir jatuh dikedalaman 190 meter.

Menurut Agam Rinjani, Juliana Marins kemungkinan meninggal saat jatuh ke tiga, dikedalaman 490 meter. Pasalnya, saat jatuh kedua kali, Juliana Marins masih sempat menjawab sahutan tim penyelamat namun suaranya samar-samar.

Saat evakuasi, awalnya Tim Penyelamat sempat berkomunikasi dengan Juliana Marins, bahkan saling sahut namun samar-samar kedengaran.

"Masih baku jawab baku teriak, itu posisi masih 400 meter dari atas ke bawah, masih kedengaran tapi sama-samar, Oi... Oi... gitu" ungkap Agam Rinjani menjawab pertanyaan Deddy Corbuzier saat bertanya apa Juliana Marins menjawav teriakan Tim Penyelamat.

Namun saat evakuasi di kedalaman 590 meter, Juliana Marins sudah tak bernyawa. Dan Agam Rinjani melihat sendiri jasad Juliana Marins dalam kondisi cukup mengerikan.

Saya liat si korban, disini retak (memegang kepala), tangannya patah, kaki pinggul patah-patah lah, iya kena batu, trus darah semua di bawah aku lihat," ungkap Agam Rinjani.

Agam Rinjani sampai penasaran dengan kondisi jasad Juliana Marins yang hancur seperti itu dengan banyak darah dimana-mana. Dia berusaha mencari jejak lokasi tergelincirnya Juliana Marin hingga dikedalaman 490 meter ini.

"Jadi mulai dari atas, penasaran saya dari mana dia jatuh, aku ikutin, oh sepatunya ada disana disana, berarti dari sana dia jatuh, kulihat ada kalungnya juga, oh disini, trus darah berceceran di sini, ada bekas darah di batu-batu besar, ngeri juga," ungkap Agam Rinjani.

Lalu Deddy Corbuzier menanyakan penyebab kematian Juliana Marins apakah karena benturan dengan bebatuan saat jatuh?

"Iya meninggal karena kebentur batu-batu," jawab Agam. 

Kesaksian Agam Rinjani mengenai penyebab kemantian Juliana sangat sesuai dengan hasil autopsi RSUD Bali terhadap jasadnya.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara melakukan autopsi jasad Juliana Marins pada Kamis (27/6/2025) pada pukul 22.00 WITA.

Dokter Ida Bagus Putu Alit, DMF. Sp.F selaku dokter forensik RSUD Bali Mandara mengungkapkan hasil autopsi jenazah Juliana Marins, memang ditemukan luka-luka pada sekujur tubuh Juliana Marins.

Terutama luka lecet geser yang menandakan korban memang tergeser dengan benda-benda tumpul. 

"Kemudian kita juga menemukan adanya patah-patah tulang. Terutama di daerah dada, bagian belakang, juga tulang punggung dan paha," ungkap Dokter Alit saat jumpa pers Jumat (28/6).

Dari patah-patah tulang ini, terjadi kerusakan pada organ-organ dalam serta pendarahan. 

Pihak rumah sakit menyimpulkan sebab kematian Juliana Marins adalah karena kekerasan tumpul, yang menyebabkan kerusakan organ-organ dalam dan pendarahan. Pendarahan paling parah dan banyak terjadi di dada dan perut. 

Dokter juga tidak menemukan adanya organ seplin yang mengkerut atau menunjukkan perdarahan lambat. 

Sehingga dapat disampaikan, kematian yang terjadi pada korban itu dalam jangka waktu yang sangat singkat dari luka terjadi.

Kesaksian Agam Rinjani mengenai penyebab kemantian Juliana sangat sesuai dengan hasil autopsi RSUD Bali terhadap jasadnya.
Kesaksian Agam Rinjani mengenai penyebab kemantian Juliana sangat sesuai dengan hasil autopsi RSUD Bali terhadap jasadnya.

"Kami tidak menemukan bukti-bukti atau tanda-tanda bahwa korban itu meninggal dalam jangka waktu yang lama dari luka-luka," ungkap Dokter Alit.

Pihaknya memprediksi, Juliana Marins meninggal paling lama 20 menit setelah peristiwa benturan itu.

Editor : Siti Aeny Maryam
#rinjani #darah #jatuh #kedalaman #Agam #Juliana Marins