Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Detik-Detik KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, 43 Penumpang Hilang Dihantam Gelombang

Alfian Yusni • Kamis, 3 Juli 2025 | 08:12 WIB
KMP Tunu Pratama. (istimewa)
KMP Tunu Pratama. (istimewa)

LombokPost - Duka kembali menyelimuti perairan Indonesia. Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam di Selat Bali, Rabu (2/7/2025) malam sekitar pukul 23.35 WIB. Kapal ini tengah menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi ke Gilimanuk, Bali.

KMP Tunu Pratama Jaya diketahui mengangkut 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta 22 kendaraan berbagai jenis. Kapal berangkat dari Pelabuhan Ketapang pada pukul 22.56 WIB.

Namun hanya sekitar 40 menit berlayar, kapal mengalami kebocoran mesin hingga blackout total, sebelum akhirnya tenggelam dihantam gelombang tinggi Selat Bali.

“Benar, kami menerima laporan darurat pada pukul 00.16 WITA. Tim langsung menuju lokasi setelah sinyal SOS diterima,” kata Wahyu Setia Budi, Koordinator Pos SAR Banyuwangi.

Kronologi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

Sinyal darurat dikirim oleh nakhoda kapal setelah terdeteksi kebocoran di ruang mesin, diikuti padamnya sistem kelistrikan.

Kapal lalu terbalik dan tenggelam pada posisi koordinat -08°09.371', 114°25.1569'. Gelombang laut saat itu mencapai 2,5 meter, bahkan lebih di beberapa titik.

Tim SAR gabungan dari Basarnas Banyuwangi, Pos SAR Jembrana, KPLP dan Basarnas Denpasar langsung dikerahkan ke lokasi dengan bantuan 9 kapal dan perahu karet.

43 Orang Masih Hilang

Hingga Kamis (3/7/2025) pagi, 20 penumpang berhasil diselamatkan, dan 2 jenazah ditemukan.

Namun, sebanyak 43 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan pencarian terus dilakukan oleh tim SAR.

 

Upaya evakuasi terkendala cuaca ekstrem dan arus laut kuat di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Peringatan untuk Operator Kapal

Insiden kapal tenggelam di Selat Bali ini bukan yang pertama terjadi. Hanya beberapa hari sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan sempat bersenggolan dengan kapal lain saat cuaca buruk melanda perairan Ketapang.

Menteri Perhubungan serta pihak ASDP disebut sedang melakukan investigasi menyeluruh terkait kelayakan teknis kapal dan protokol keselamatan.

Baca Juga: Hamdan ATT Meninggal Dunia, Raja Dangdut Melankolis ‘Termiskin di Dunia’ Tutup Usia dengan Tenang

SAR Masih Terus Bergerak

“Fokus kami saat ini adalah menemukan seluruh korban yang masih hilang. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat,” ujar Wahyu Setia Budi.

KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali menjadi alarm keras bagi dunia pelayaran Indonesia.

Dengan 43 penumpang hilang dan puluhan lainnya luka-luka, tragedi ini akan menjadi sorotan nasional hingga tuntas. (***)

Editor : Alfian Yusni
#ketapang #Cuaca Buruk #KMP Tunu Pratama Jaya #tenggelam #selat bali #gilimanuk