Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Puluhan Penerbangan Terganggu, AirNav Minta Stop Main Layang-Layang Dekat Bandara

Akbar Sirinawa • Senin, 7 Juli 2025 | 16:19 WIB
TIDAK BERBAHAYA: Warga pencinta layangan hias menaikkan layangan raksasa dengan berbagai motif di pantai Loang Baloq, Kota Mataram, Rabu (24/6) (IVAN/LOMBOK POST)
TIDAK BERBAHAYA: Warga pencinta layangan hias menaikkan layangan raksasa dengan berbagai motif di pantai Loang Baloq, Kota Mataram, Rabu (24/6) (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost-AirNav Indonesia kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak menerbangkan layang-layang di sekitar area bandara, khususnya di jalur lalu lintas penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Aktivitas tersebut dinilai membahayakan keselamatan penerbangan dan mengganggu operasional bandara.

Berdasarkan data yang dihimpun AirNav, sepanjang 4–6 Juli 2025 tercatat 21 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terpaksa dibatalkan akibat gangguan layang-layang.

Hal ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari aktivitas tersebut terhadap dunia penerbangan.

”Kami menyayangkan bahwa hari ini masih saja ada masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan untuk tidak menerbangkan layang-layang di area sekitar bandara untuk menjaga keselamatan penerbangan,” kata Direktur Utama AirNav Indonesia Capt Avirianto Suratno seperti dilansir dari Jawa Pos, Senin (7/7).

Avirianto menambahkan, sebagai bentuk antisipasi, pihaknya telah menerbitkan Notice to Airman (NOTAM) bernomor A1912/25 yang memberi peringatan kepada para pilot mengenai potensi keterlambatan lalu lintas udara dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta akibat gangguan layang-layang.

Penerbitan NOTAM tersebut dilakukan karena penerbangan layang-layang di sekitar bandara dinilai sangat membahayakan keselamatan pesawat serta mengancam nyawa para penumpang.

"Kami memohon dengan sangat kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bandara untuk tidak menerbangkan layang-layang. Karena itu sangat membahayakan dan sangat mengancam keselamatan pesawat dan nyawa para penumpangnya,” ungkap Avirianto.

Sebagai langkah lanjut, AirNav Indonesia juga berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Otoritas Bandara Wilayah I, Polres Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura Indonesia, dan pihak terkait lainnya.

Koordinasi dilakukan untuk mengatasi masalah ini melalui penerapan Ground Delay Program (GDP) dan Pre-Departure Clearance (PDC).

”Sekali lagi, kami mengajak seluruh masyarakat, demi keselamatan penerbangan, tolong stop main layang-layang dekat bandara. Mari kita ciptakan langit Indonesia yang aman dan bebas hambatan untuk kegiatan penerbangan,” pungkas Avirianto.

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Bandara #keselamatan penerbangan #layang-layang #airnav indonesia