Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pelingsir Puri Ageng Mengwi Dinobatkan Jadi Ida Cokorda Mengwi XIII, Pernah Jadi PNS, notaris, Hingga Bupati Badung

Lombok Post Online • Selasa, 8 Juli 2025 | 13:22 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Pelingsir Puri Ageng Mengwi, AA Gde Agung resmi dinobatkan sebagai Ida Cokorda Mengwi XIII setelah menjalani prosesi upacara Bhiseka.

Upacara penobatan itu digelar di Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung Senin (7/7).

Prosesi sakral ini dihadiri sejumlah sejumlah tokoh penting. Salah satunya Sri Sultan Hamengkubuwana X yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

”Selamat atas penobatan, sukses dalam pengabdian dan jangan lupa jaga kesehatan," katanya saat ditemui di depan Pura Taman Ayun, Mengwi usai prosesi.

Mantan Gubernur Bali Mangku Pastika menilai Ida Cokorda Mengwi XIII adalah sosok tauladan.

Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama wakilnya Bagus Alit Sucipta juga turut hadir.

Proses penobatan berlangsung dari pagi hingga sekitar pukul 13.00 Wita.

Usai prosesi, Ida Cokorda Mengwi XIII dan Ida Istri Mengwi kembali ke Puri Ageng Mengwi.

Keluar dari pura menuju Puri Ageng Mengwi yang letaknya ratusan meter di sisi barat pura, keduanya berjalan kaki di atas bentangan kain putih sepanjang ratusan meter hingga memasuki puri.

Anak Agung Gde Agung adalah putra tunggal Ida Cokorda Mengwi XII dengan Ida Cokorda Istri, Putri Raja Karangasem. Dia lahir pada 25 Mei 1949 dan kini berusia 76 tahun.

Pernah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), notaris, hingga menjadi bupati Badung dua periode di masa  bakti 2005 hingga 2010.

AMANAH BARU: Ida Cokorda Mengwi XIII dan Ida Istri Mengwi keluar dari Pura Taman Ayun menuju Puri Ageng Mengwi usai prosesi Bhiseka Senin (7/7).
AMANAH BARU: Ida Cokorda Mengwi XIII dan Ida Istri Mengwi keluar dari Pura Taman Ayun menuju Puri Ageng Mengwi usai prosesi Bhiseka Senin (7/7).

”Sebagai orang yang lahir di Puri, pengabdian kepada masyarakat, keluarga dan utamanya adalah ngayah leluhur ring Ida betara. Saya bisa meningkatkan pengabdian saya kepada masyarakat, terutama secara Niskala dan secara Sekala," kata AA Gde Agung Sabtu (5/7). (mar/eko/JPG/r3)

Editor : Pujo Nugroho
#Bali #penobatan #pengabdian #upacara #masyarakat #pura