Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mengenal Sosok Misri Puspita Sari, Perempuan yang Terlibat Pembunuhan Brigadir Nurhadi, Ternyata Lulusan SMA dan Hidup di Kalangan Keluarga Sederhana

Habibul Adnan • Kamis, 10 Juli 2025 | 14:43 WIB

Misri Puspita Sari
Misri Puspita Sari
Lombok Post - Mengenal Sosok Misri Puspita Sari, perempuan yang terlibat pembunuhan Brigadir Nurhadi.

Ternyata hanya lulusan SMA dan hidup di kalangan keluarga sederhana.

Misri Puspita Sari, perempuan yang terlibat pembunuhan Brigadir Nurhadi, ternyata ini sosoknya.

Misri Puspita Sari, perempuan yang terlibat pembunuhan Brigadir Nurhadi ternyata hanya lulusan SMA.

Misri Puspita Sari juga bukan orang elit. Dia hidup di kalangan keluarga sederhana.


Ayahnya Bekerja sebagai Buruh dan Penjual Ikan

Ayahnya dulu bekerja sebagai buruh dan penjual ikan.

Ini menunjukkan bahwa Misri bukan dari kalangan kaya raya.

Tetapi ayahnya meninggal dunia.

Belum ada kabar soal kapan ayahnya meninggal dunia. Tetapi sepeninggal ayahnya Misri menjadi tulang punggung keluarga.

Sejak saat itu, Misri yang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya.

Dia menjadi tulang punggung keluarga untuk menafkahi ibu dan lima saudaranya.


Misri Puspita Sari Dikenal Pekerja Keras

Misri Puspita Sari memiliki empat saudara. Gadis 23 tahun ini lahir di Jambi. Dia dikenal sosok pekerja keras.

Lulus dari SMA Misri tidak melanjutkan kuliah karena alasan ekonomi.

"Dia mencoba berbagai pekerjaan sebelum akhirnya merantau ke Jakarta," ujar seorang sumber seperti yang dikutip Jambi Express.

Misri sempat bekerja di beberapa profesi.

Sebelum ke Jakarta, Misri sempat bekerja di sebuah dealer motor di Jambi.

Misri juga pernah menjadi marketing perumahan hingga bekerja di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi.

Di OJK Jambi Misri sebagai resepsionis.

Dia bukan pegawai tetap OJK, tetapi berstatus tenaga kontrak.

Setelah bekerja di OJK, Misri merantau ke Jakarta.

Kabarnya dia sempat bekerja sebagai marketing apartemen dan agen properti.

Mendadak Viral setelah Diajak Kompol Yogi Beribur ke Gili Trawangan

Misri sontak menjadi perbincangan publik. Ini bermula pada April 2025, yaitu ketika dia menerima telepon dari Kompol I Made Yogi Purusa Utama.

Perwira polisi yang tugas di Polda NTB ini mengajak Misri berlibur ke Gili Trawangan, Lombok Utara.

Kompol Yogi mengajak Misri berlibur ke Lombok, dengan janji seluruh biaya ditanggung dan disertai imbalan Rp 10 juta.

Pertemuan keduanya pun terjadi pada tanggal 16 Juni 2025.

Misri ke Lombok melalui Pelabuhan Senggigi.

Di Pelabuhan Senggigi ia dijemput Brigadir Nurhadi.

Misri kemudian bergabung dengan rombongan yang terdiri dari Kompol Yogi, Ipda Haris Chandra, serta seorang perempuan bernama Melanie Putri, yang disebut menemani Haris.


Pertemuan Berujung Petaka

Pertemuan Misri dengan Kompol Yogi berujung petaka. Sebab, nama Misri teseret dalam pesta narkoba dan alkohol di Gili Trawangan.

Pesta tersebut digelar di Vila Tekek, Gili Trawangan.

Bahkan, nama Misri juga terseret dalam kasus pembunuhan Brigadir Nurhadi.

Seperti yang diketahui, Brigadir Nurhadi ditemukan tewas di kolam vila dan diduga kuat sebagai korban pembunuhan.

Polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir Nurhadi, termasuk Misri Puspita Sari.

Tersangka lainnya Kompol Yogi dan Ipda Haris Chandra. Brigadir Nurhadi disebut sebagai sopir Kompol Yogi.

Yan Mangandar Putra selaku pengacara Misri Puspita Sari mengaku bahwa kliennya sudah saling mengenal sejak tahun 2024.

Pertemuan mereka berlanjut ketika Kompol Yogi menghubungi Misri Puspita Sari melalui Instagram, kemudian berlanjut ke WhatsApp, hingga akhirnya berkomunikasi pada 15 April 2025, sehari sebelum pembunuhan.

"Tanggal 15 itu Yogi mengontak Misri, membujuk 'Ayo ke Lombok, temani saya liburan di sini sama di Gili Trawangan'," ujar Yan.

Misri Puspita Sari menyanggupi tawaran tersebut dengan kesepakatan semua biaya akomodasi, transportasi, dan jasa sebesar Rp 10 juta per malam ditanggung Kompol Yogi.

"Jadi Yogi sewa Misri, Haris Chandra sewa Melanie Putri. Sementara itu, si almarhum (Brigadir Nuruadi) enggak ada perempuan yang dia sewa, dia hanya jadi sopir," tambahnya.

"Mendekati malam, mereka mulai party-nya. Semuanya konsumsi obat. Jadi ada dua jenis obat, yang pertama obat penenang Riklona, dikonsumsi masing-masing satu biji," Sambung Yan.

 

Pembunuhan Brigadir Nurhadi Dipicu Kecemburuan

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Syarif Hidayat, sebelumnya mengatakan bahwa pembunuhan ini dipicu oleh korban yang merayu teman wanita salah satu tersangka.

"Ada peristiwa almarhum mencoba untuk merayu dan mendekati rekan wanita salah satu tersangka, itu ceritanya. Diduga merayu dan itu dibenarkan oleh saksi yang ada di TKP," kata Syarif.

tiBaca Juga: Bek Timnas Muhammad Ferarri Tidak Sabar Tampil di Piala AFF U-23. Optimis Indonesia Juara

Yan Mangandar Putra selaku pengacara Misri Puspita Sari mengkonfirmasi bahwa Nurhadi sempat mencium Melanie Putri, perempuan yang dibawa Haris, saat semua dalam kondisi kurang sadar.

"Saat semua mengalami kondisi kurang sadar, Misri sempat melihat Nurhadi mendekati sampai menciumi Melanie Putri di atas kolam. Misri menegur Nurhadi dengan mengatakan 'Jangan begitu, itu cewek abangmu'," ujar Yan.

 

Editor : Kimda Farida
#kompol yogi #polda ntb #brigadir nurhadi dibunuh #Brigadir Nurhadi #Ipda Haris Chandra #Misri Puspita Sari