LombokPost - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri sudah memeriksa 22 orang dalam kasus dugaan beras premium yang dioplos.
Rencananya, Satgas masih akan meminta keterangan 25 pemilik merek beras kemasan 5 kilogram.
Kepala Satgas Pangan Brigjenpol Helfi Assegaf menuturkan, ke-22 orang yang sudah diperiksa itu berasal dari enam perusahaan dan delapan pemilik delapan merek beras kemasan 5 kg.
“Jumlah saksi dalam kasus dugaan beras oplosan akan terus bertambah,” paparnya dalam keterangan tertulis Selasa (15/7).
Satgas Pangan telah melansir daftar beras premium yang diduga dioplos (lihat grafis). Sampelnya diambil di berbagai kota dan tempat lintas provinsi.
Sebelumnya, dalam konferensi pers pada Selasa (7/7) pekan lalu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan, 85,56 persen dari 212 merek mencantumkan label palsu atau tidak sesuai dengan produk yang dikemas.
Itu berdasarkan uji kualitas yang dilakukan pada 6–23 Juni 2025. Selain itu, 21,66 persen produk tercatat memiliki berat bersih lebih ringan dari yang tertera pada kemasan.
Pendalaman Data
Menurut Helfi, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk pendalaman apakah ada perbuatan melawan hukum atas dugaan penjualan beras dalam kemasan yang tidak sesuai komposisi yang tertera pada kemasannya.
Sementara itu, Wadir Tippideksus Bareskrim Kombespol Zain Dwi Nugroho menuturkan bahwa pemeriksaan terhadap perusahaan yang diduga mengoplos beras dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.
Pasalnya, pemeriksaan tersebut bisa memengaruhi pasokan beras di masyarakat.
“Jangan sampai perusahaan-perusahaan ini menahan distribusi beras, baik premium maupun medium. Produksi perusahaan ini cukup besar, jangan sampai terjadi kelangkaan,” terangnya.
Saat ini, petugas tengah mengecek kualitas beras di setiap perusahaan.
Diambil sampel yang digunakan untuk pengujian di laboratorium. Hasilnya akan diketahui apakah terjadi pengoplosan beras atau tidak.
“Kualitas beras juga akan diketahui,” paparnya.
Standar Beras
Sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 6128:2020 tentang peraturan mutu beras, beras premium memiliki kadar air maksimal 14 persen.
Kemudian, butir kepala beras minimal 85 persen dan butir patah maksimal 14,5 persen.
Dalam peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Mutu dan Label Beras juga diatur hal serupa.
Dasar aturan lainnya juga termuat dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31/PERMENTAN/PP.130/8/2017 tentang Kelas Mutu Beras.
Harga Beras
Selain soal dugaan oplosan, harga beras yang terus melambung juga menjadi sorotan.
Di sisi lain, pemerintah terus gencar menyampaikan bahwa stok beras di gudang Bulog merupakan yang terbesar dalam sejarah Indonesia.
Dalam Informasi Harga Pangan Antar Daerah per 15 Juli, Bank Indonesia membagi enam kategori beras. Seluruhnya mengalami kenaikan.
Kenaikan tertinggi terjadi pada kategori beras Medium I yang naik Rp 150 per kg (0,95 persen) dan kini berada di harga Rp 15.590 per kg.
Sementara itu, beras Medium II, Super I, dan Super II masing-masing mengalami kenaikan sebesar Rp 100 per kg.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, stok beras sangat mencukupi, yakni mencapai 4,2 juta ton.
“Tidak perlu khawatir. Dalam waktu dekat, harga beras dipastikan akan turun,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Jawa Pos Selasa (15/7).
Amran menyayangkan praktik pengoplosan beras yang menyebabkan harga beras medium dijual dengan harga premium.
Akibat pengoplosan itu, lanjut Amran, masyarakat harus membeli beras yang seharusnya murah dengan harga tinggi.
Praktik kotor tersebut, tambahnya, mengakibatkan adanya selisih harga yang dapat mencapai Rp 3.000 per kg.
Jika masyarakat membeli beras dalam kemasan 5 kg, berarti terdapat selisih Rp 15.000 per kemasan.
“Kalau beras naik Rp 3.000 per kilo, apa tidak kasihan dengan saudara-saudara kita yang berada di garis kemiskinan,” kata Amran dalam keterangannya Selasa (15/7).
Sebagai bentuk tanggung jawab, kata Amran, pemerintah telah menyalurkan 360 ribu ton bantuan pangan beras sepanjang Juli.
Bantuan tersebut disalurkan sebagai bagian dari program perlindungan sosial.
Selain itu, sebanyak 1,3 juta ton beras akan disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan. (idr/wan/inu/ttg/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida