Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Satria Kumbara Minta Maaf dan Mohon Bantuan Prabowo Pulangkan Dirinya Usai Gabung Tentara Rusia

Redaksi Lombok Post • Selasa, 22 Juli 2025 | 18:45 WIB

Eks Marinir yang bergabung di militer Rusia Satria Arta Kumbara minta maaf ke pemerintah lewat media sosial, minta dipulangkan ke Indonesia dan dikembalikan kewarganegaraannya. (SS TikTok @zsorm689)
Eks Marinir yang bergabung di militer Rusia Satria Arta Kumbara minta maaf ke pemerintah lewat media sosial, minta dipulangkan ke Indonesia dan dikembalikan kewarganegaraannya. (SS TikTok @zsorm689)
LombokPost -- Satria Arta Kumbara, mantan anggota Korps Marinir TNI AL, menyampaikan permintaan maaf dan harapan besar kepada Presiden Prabowo Subianto untuk bisa kembali ke Indonesia.

Hal ini disampaikannya lewat video di media sosial, usai dirinya kehilangan status Warga Negara Indonesia (WNI) akibat bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia dalam perang di Ukraina.

Akibat keputusan tersebut, kewarganegaraan Indonesia dicabut oleh pemerintah. Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa kewarganegaraan otomatis gugur jika seorang WNI secara sukarela bergabung dengan militer negara asing.

Baca Juga: NTB Berharap Presiden Prabowo Kembalikan Kewenangan Daerah Soal Pengelolaan Laut

Dalam video yang diunggah ke akun @zsorm689, Satria menyampaikan:


“Saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya apabila (atas) ketidaktahuan saya, saya menandatangani kontrak dengan menteri pertahanan Rusia mengakibatkan dicabutnya warga negara saya. Mohon izin bapak, saya tidak pernah mengkhianati negara sama sekali, karena saya niatkan untuk datang ke sini hanya untuk mencari nafkah.”

Satria mengaku bahwa kepergiannya ke Rusia adalah untuk mencari penghidupan, dan dia telah berpamitan serta meminta doa restu dari ibunya. Namun, setelah kehilangan status WNI, ia merasa kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya.

“Dengan ini, saya memohon kebesaran hati Bapak Prabowo Subianto, Bapak Gibran, Bapak Sugiono, mohon kebesaran hati bapak untuk membantu mengakhiri kontrak saya tersebut dan dikembalikan hak kewarganegaraan saya untuk kembali ke Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin: Pemerintah Tak Wajib Lindungi Eks Marinir yang Gabung Perang Rusia-Ukraina

Menurutnya, satu-satunya jalan untuk mengakhiri kontrak tersebut adalah melalui komunikasi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin serta pihak Kementerian Pertahanan Rusia.

Ia menegaskan bahwa kewarganegaraan Indonesia adalah segalanya dan tak bisa ditukar dengan apapun. Ia juga meminta videonya disampaikan ke admin Partai Gerindra agar bisa sampai ke Presiden Prabowo.

“Jujur saya tidak ingin kehilangan kewarganegaraan saya, karena kewarganegaraan Republik Indonesia bagi saya adalah segala-galanya dan tidak pernah ternilai harganya,” tambahnya.

Di akhir video, Satria kembali memohon ampun dan menegaskan bahwa pelanggaran hukum yang terjadi adalah karena ketidaktahuannya terhadap aturan dalam UU Kewarganegaraan.

Baca Juga: Ini Tanggapan Kemlu usai Eks Marinir yang Bela Rusia Lawan Ukraina Minta Balik Kampung dan Jadi WNI Lagi

“Dan sekali lagi saya memohon kebesaran hati Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mengakhiri kontrak tersebut, dan dikembalikan hak kewarganegaraan saya, dipulangkan ke Indonesia,” tutupnya.

Editor : Redaksi Lombok Post
#satria arta kumbara #TNI AL #Satria Artak Kumbara memohon dipulangkan ke indonesia #marinir #Perang Rusia dan Ukraina