LombokPost-TNI bakal melakukan validasi organisasi besar-besaran di tiga matra. Salah satu yang terdampak adalah struktur pasukan khusus, termasuk Korps Marinir TNI AL yang ke depan akan dipimpin perwira tinggi bintang tiga berpangkat letjen TNI.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut validasi organisasi TNI ini dilakukan menyeluruh.
Khusus Angkatan Laut, perubahan akan menyentuh Korps Marinir dan jajaran pangkalan utama TNI AL (lantamal).
“Marinir nanti mungkin akan tambah lima batalyon lagi. Dan komandan Kormarnya akan menjadi panglima Kormar, dijabat oleh perwira tinggi bintang 3,” kata Ali, seperti dilansir dari JawaPos.com, Jumat (25/7).
Ali menegaskan, validasi organisasi Korps Marinir sudah disiapkan sejak lama, bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai KSAL.
Oleh karena itu, perubahan akan langsung dilanjutkan dengan pembangunan batalyon tambahan dan latihan intensif.
“Sudah siap, karena kami sudah mempersiapkannya sejak lama dan kami juga akan siapkan tambahan 5 batalyon lagi dan mulai tanggal 1 (Agustus 2025) kami akan sudah mulai latihan secara rutin di Batujajar untuk pelaksanaan validasi organisasi,” jelasnya.
Tak hanya itu, TNI AL juga akan membentuk Komando Gabungan Pertahanan Pantai (Kogab Hantai).
Satuan ini akan berada di bawah Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaerahal), yang merupakan perubahan dari status lantamal.
“Kodaerahal itu tadinya lantamal, karena dia menjadi Komando Daerah Angkatan Laut dia mempunyai tugas sebagai Satuan Pertahanan Pantai untuk mencegah kegiatan amfibi lawan,” ujar Ali.
Baca Juga: KPK Curigai Ridwan Kamil Samarkan Kepemilikan Kendaraan Mewah dalam Kasus Dugaan Korupsi BJB
Ia menjelaskan, Kogab Hantai akan menjadi garda depan dalam menangkis ancaman serangan amfibi.
Komando tersebut akan berada dalam naungan Komando Armada (Koarmada) Republik Indonesia.
“Jadi, karena dia mengetahui situasi medannya secara baik, maka dia pasti tahu bagaimana cara mempertahankan daerahnya dari serbuan lawan yang datangnya dari laut. Itulah pertahanan pantai,” tandasnya.
Editor : Akbar Sirinawa