Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mengungkap Peran Kritis INA-EEWS, Peringatan Dini dan Mitigasi Bencana Gempa di Jantung "Supermarket Bencana"

Nurul Hidayati • Senin, 4 Agustus 2025 | 16:48 WIB
TERDAMPAK GEMPA 2018: Inilah salah satu bangunan terdampak gempa menjadi saksi bisu dasyatnya Gempa 2018 silam yang masih ada di Kecamatan Pemenang, beberapa waktu lalu.
TERDAMPAK GEMPA 2018: Inilah salah satu bangunan terdampak gempa menjadi saksi bisu dasyatnya Gempa 2018 silam yang masih ada di Kecamatan Pemenang, beberapa waktu lalu.

LombokPost – Indonesia, dengan julukan "supermarket bencana," secara intrinsik terhubung dengan ancaman gempa bumi.

Data dari Pusat Studi Gempa Nasional (PusGeN) 2017 mengungkapkan keberadaan setidaknya 295 sesar aktif di seluruh nusantara, menempatkan Indonesia pada posisi rawan gempa yang sangat tinggi.

Mengingat insiden tragis seperti gempa Samudera Hindia 2004 yang merenggut lebih dari 283.100 jiwa, kebutuhan akan sistem mitigasi yang efektif menjadi sangat mendesak.

 Baca Juga: Memahami Risiko Bencana dan Pentingnya Mitigasi Bencana Investasi Jangka Panjang

Dalam konteks inilah, Earthquake Early Warning System (EEWS), yang di Indonesia dikenal sebagai INA-EEWS, hadir sebagai solusi krusial.

Dikutip dari BMKG menurut Yogha Mahardikha Kuncoro Putra, PMG Muda BBMKG Wilayah III, EEWS adalah sistem yang memberikan peringatan terhadap potensi guncangan signifikan dalam hitungan detik setelah gempa kuat terdeteksi.

"Ini berbeda dengan prediksi gempa bumi yang belum bisa kita lakukan," jelas Yogha.

Cara kerja EEWS memanfaatkan perbedaan kecepatan gelombang seismik, di mana gelombang P (primer) yang lebih cepat namun tidak terlalu merusak, akan tiba mendahului gelombang S (sekunder) yang lebih lambat namun membawa guncangan kuat.

 Baca Juga: Strategi Mitigasi Bencana Banjir Dengan Kombinasi Upaya Struktural dan Non-Struktural

Detik-detik Emas Penyelamatan: Manfaat INA-EEWS untuk Infrastruktur dan Keselamatan

Meski rentang waktu peringatan dini EEWS tergolong singkat—hanya dalam hitungan detik—potensi dampaknya sangat besar. Yogha menyoroti relevansi EEWS dalam melindungi investasi infrastruktur besar yang sedang gencar dilakukan pemerintah, seperti Kereta Cepat Indonesia (KCIC), MRT, LRT, dan pembangkit listrik.

"Bayangkan, penyedia layanan kereta api dapat segera menghentikan kereta setelah menerima peringatan EEWS. Atau, pembangkit listrik dapat dimatikan sebelum guncangan kuat terjadi," ujar Yogha.

"Edukasi dan pelatihan masyarakat tentang kesiapsiagaan gempa bumi serta pemahaman yang baik terhadap informasi peringatan dini menjadi penting di Indonesia," tegasnya.

BMKG sendiri telah meluncurkan uji coba pembangunan EEWS sejak 15 Agustus 2019, dengan fokus awal di wilayah Banten untuk memantau gempa di zona Megathrust selatan Jawa.

Jika uji coba ini berhasil, BMKG berencana untuk mengembangkan EEWS secara masif di seluruh wilayah Indonesia.

Pengembangan EEWS adalah tugas yang tidak mudah dan membutuhkan kerja sama yang baik dari BMKG dengan berbagai sektor.

Namun, dengan upaya kolaboratif dan komitmen yang kuat, visi Indonesia untuk mewujudkan "zero victim" saat gempa terjadi dapat tercapai.

Editor : Pujo Nugroho
#Indonesia #potensi #peringatan dini #Gempa #Rawan #Mitigasi Bencana