Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cek Kesehatan Gratis di Sekolah  Bukan Sekadar Suntik Vaksin, Ini Cetak Atlet dan Gen Z Sehat Jiwa Raga!

Nurul Hidayati • Selasa, 5 Agustus 2025 | 11:03 WIB
CEK KESEHATAN: Siswa SMPN 11 Mataram dicek kesehatannya di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) setempat, kemarin (7/10).
CEK KESEHATAN: Siswa SMPN 11 Mataram dicek kesehatannya di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) setempat, kemarin (7/10).

LombokPost – Kalau dengar Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo datang ke sekolah, mungkin bayangan langsung ke lapangan, bola, atau raket.

Tapi Senin (4/8), Menpora Dito Ariotedjo tak datang membawa bola. Ia meninjau Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SMK Negeri 26 Jakarta Timur.

Sebuah program yang, kata Dito, lebih dari sekadar check-up. Ini "hadiah" dari Presiden Prabowo.

 Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Bukan Sekadar Layanan, tapi Akselerator Daya Saing Bangsa

Dito tidak sedang berlebihan. Program CKG ini, dia bilang, adalah inline dengan Kemenpora. Tujuan besarnya: mengukur kebugaran masyarakat Indonesia.

"Ini adalah program dan hadiah dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang inline dengan Kemenpora," tegas Dito.

Artinya, ini bukan cuma urusan Puskesmas atau rumah sakit. Ini urusan negara, membentuk Indonesia Emas 2045 yang diisi generasi muda sehat dan kuat.

 Baca Juga:   Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Dimulai Serentak Kick Off Perdana Digelar di 12 Titik, DPR Minta Tes Kesehatan Jiwa Masuk Program CKG

”Kita dalam asta cita memiliki tujuan utama mengukur kebugaran masyarakat Indonesia. Semoga program ini jadi rujukan seluruh sekolah di daerah. Jadi saya yakin generasi muda kita bisa sehat menuju Indonesia Emas 2045," kata Menpora Dito. 

Yang menarik, CKG ini bukan cuma soal timbangan badan atau tensi darah.

"Kita sangat senang karena program Cek Kesehatan Gratis ini untuk mengetahui data kesehatan fisik sampai kejiwaan," ujar Dito.

 Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis di Sekolah, Bukan Sekadar Cek Fisik Namun Ini Jaring Mental Anak Bangsa!

Nah, ini dia. Di tengah hiruk pikuk media sosial dan tekanan hidup anak muda, kesehatan mental jadi isu krusial.

Sekarang, pemerintah mencoba menjaringnya dari bangku sekolah. Obesitas, kadar gula, bahkan masalah kejiwaan, semuanya masuk radar.

Data-data ini, kata Dito, akan jadi "pegangan" bagi siswa untuk hidup sehat.

Tapi ada ambisi lebih jauh diharapkan dari program ini memiliki data potensi kemampuan anak muda yang memiliki kemampuan fisik menjadi atlet.

Boom! Jadi, CKG ini tak hanya mencegah penyakit, tapi juga mencari bibit unggul olahraga. Sebuah talent scouting masif dari dasar.

Sekjen Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, membeberkan angka sudah 16 juta orang yang memanfaatkan CKG. Sekarang sasarannya pelajar. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah menyentuh semua lapisan.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

Kehadiran dua atlet panjat tebing Olimpiade, Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi, serta mantan pebulutangkis Bellaetrix Manuputty, juga bukan pajangan.

Ini pesan simbolis: kalian, anak-anak sekolah, punya potensi menjadi mereka. Tapi syaratnya satu: sehat fisik dan jiwa.

Jadi, ketika Menpora Dito datang ke SMK 26, itu bukan kunjungan basa-basi.

Itu adalah penegasan bahwa negara serius membangun SDM-nya dari nol.

Dari anak sekolah. Dengan stetoskop, timbangan, dan mungkin, obrolan tentang kesehatan jiwa.

Sebuah langkah taktis yang, jika berhasil, akan melahirkan bukan cuma siswa pintar, tapi juga atlet-atlet baru, dan yang terpenting, generasi muda yang bugar dan tangguh menghadapi masa depan.

Editor : Kimda Farida
#cek kesehatan gratis #Generasi Mudah #kejiawaan #indonesia emas #mental