LombokPost - Jenderal TNI Tandyo Budi Revita resmi dilantik sebagai Wakil Panglima TNI.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Pusat Pendidikan dan Pelatihan Komando Pasukan Khusus (Pusdiklat Kopassus), Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (10/8).
Selain itu, Prabowo juga melantik tiga kepala badan di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Yakni, Marsdya TNI Yusuf Jauhari dipercaya memimpin Badan Logistik Pertahanan, Laksdya TNI Supo Dwi Antara diangkat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan, dan Letjend TNI Gabriel Lema dilantik sebagai Kepala Badan Cadangan Nasional.
Prabowo mengingatkan seluruh prajurit TNI untuk siap memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. “Saudara-saudara menjadi prajurit bukan hanya suatu kehormatan, tapi juga panggilan dan kesiapan untuk berkorban bagi bangsa dan negara,” katanya, dilansir dari Radar Bandung Grup Jawa Pos.
Ia menambahkan, bangsa Indonesia mengalami sejarah panjang dijajah selama ratusan tahun. Hal tersebut harus menjadi pelajaran berharga dan tidak boleh lengah agar kejadian serupa tidak terulang. “Bangsa kita adalah bangsa yang besar, yang kaya, tapi bangsa kita, nusantara kita, ratusan tahun diganggu, ratusan tahun diinvasi, ratusan tahun dijajah. Prajurit-prajurit muda yang ada di depan saya tidak boleh sekali kali melupakan sejarah,” katanya.
Ia menyebut, pada masa penjajahan tersebut, bangsa Indonesia mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi. Bahkan diperlakukan lebih rendah dari binatang oleh penjajah. “Karena itu, bangsa kita butuh tentara yang kuat. Saya katakan sekali lagi, tidak ada bangsa yang merdeka tanpa tentara yang kuat,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa setiap upaya membangun kesejahteraan rakyat selalu diiringi gangguan dari pihak luar. “Setiap kali mau bangkit kita diganggu. Setiap kali kita mau mensejahterakan rakyat, kita diganggu. Kekayaan kita dirampok. Kita diadudomba dengan rakyat kita,” tegasnya.
Kasus Pembunuhan Prada Lucky
TNI-AD memeriksa 16 prajurit usai menetapkan empat tersangka kasus pembunuhan dan penganiayaan terhadap Prada Lucky Chepril Saputra. Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memastikan adanya kemungkinan penambahan tersangka dalam kasus tersebut.
"Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dari hasil pemeriksaan tersebut," paparnya. Menurut dia, TNI-AD akan melihat perkembangan dari kasus tersebut. "Akan disampaikan segera hasil pemeriksaan terhadap 16 prajurit," paparnya kepada wartawan Minggu (10/8).
TNI-AD telah menetapkan empat tersangka dalam kasus pembunuhan dan penganiayaan Prada Lucky. Pomdam IX/Udayana menahan empat tersangka itu di Subdenpom IX/1-1 Ende. Keempat tersangka tersebut yaitu Pratu AA, Pratu PNBS, Pratu ARR, dan Pratu EDA.
Wahyu mengatakan, peran dari empat tersangka akan didalami untuk menentukan pasal-pasal yang akan dikenakan. "Tahapannya masih berlanjut," jelasnya. Prada Lucky diduga tewas akibat dianiaya senior. Padahal, dia baru dua bulan bergabung dengan TNI. Keluarga Prada Lucky hingga saat ini belum mengetahui hasil investigasi kasus kematian anaknya. (kro/idr/oni/JPG/r3)
Editor : Siti Aeny Maryam