Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

AI Bukan Musuh, Tapi Mitra Kerja Baru untuk Inovasi dan Percepat Pekerjaan

Nurul Hidayati • Senin, 11 Agustus 2025 | 22:18 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Isu kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) sering kali menimbulkan kekhawatiran akan tergantinya peran manusia.

Namun, bagi para profesional IT dan pelaku industri kreatif di Lombok, AI justru dilihat sebagai peluang baru yang harus dirangkul, bukan ditakuti.

Ai jangan menjadi momok yang menakutkan, karena kalau tidak beradaptasi maka akan tertinggal.

 Baca Juga: Dorong Pelaku Usaha UMKM Manfaatkan Teknologi Kecerdasan Buatan (Ai) Dalam Majukan Usaha

"Kita bukan takut sama AI, tapi kita berdampingan dengan AI," tegas Ketua PROFIT Lombok Pande Putu Ariangga.

Menurut Pande, AI adalah "alat" canggih yang bisa mempermudah dan mempercepat pekerjaan, bahkan mengubah proses yang dulunya rumit jadi semudah satu klik.

Ia mencontohkan, banyak tugas yang sebelumnya butuh tahapan panjang kini bisa diselesaikan lebih efisien dengan bantuan AI.

 Baca Juga: 80 Guru SD dan SMP di Kota Mataram Dilatih Coding dan AI, Siap Cetak Generasi Digital

"AI itu bukannya jadi momok ya buat kita, malah ada peluang baru atau ada kesempatan baru untuk AI itu bisa digunakan lebih bagus lagi," tambahnya.

Pande menjelaskan, tantangan utama bagi para profesional IT di era AI ini adalah meningkatkan kemampuan adaptasi dan kreativitas.

Mereka yang bisa memahami dan memanfaatkan AI dengan baik tidak akan "digantikan", justru akan punya peran lebih besar sebagai agen inovasi.

 Baca Juga: Apple Tancap Gas! Siap Gelontorkan Dana Jumbo demi Kejar Ketertinggalan AI

AI, kata Pande, adalah alat strategis yang akan membuat pekerjaan jauh lebih efisien, bukan mengambil alih peran manusia sepenuhnya.

"Tujuannya bukan untuk 'digantiin' oleh AI, melainkan untuk 'berperan' lebih besar," jelasnya.

Senada dengan Pande, Grace Tahir, seorang konten kreator sekaligus pengusaha, juga menekankan pentingnya AI sebagai alat. Namun, ia mengingatkan bahwa AI bukan untuk dipercaya 100 persen.

"AI sangat perlu dan sangat penting tapi ingat AI itu adalah alat, bukan seharusnya 100 persen kamu percaya begitu saja," ujar Grace.

AI Bukan Musuh, Tapi Mitra Kerja Baru untuk Inovasi dan Percepat Pekerjaan
AI Bukan Musuh, Tapi Mitra Kerja Baru untuk Inovasi dan Percepat Pekerjaan

Ia menekankan pentingnya pemikiran kritis dan kewaspadaan saat menggunakan AI. Manusia tetap harus menjadi pengendali dan menggunakan AI sesuai kebutuhan, tanpa melupakan esensi peran dan kecerdasan manusia itu sendiri.

Editor : Pujo Nugroho
#industri #Kreatif #Profit #ai #Lombok