LombokPost - Prof Andi Dian Permana guru besar termuda di kampusnya sekaligus tiga tahun beruntun masuk jajaran ilmuwan top dunia versi Universitas Stanford dan Elsevier.
Dia rutin nge-gym untuk kekuatan otot, lari buat menjaga daya tahan, serta berlatih muay Thai untuk kelincahan sekaligus pelepas stres.
Olahraga 4-5 Kali Seminggu di Sela Kesibukan Mengajar dan Riset.
KECERDASAN otak Andi Dian Permana berjalan beriringan dengan kesentosaan fisiknya. Dian tak hanya mencatatkan diri sebagai guru besar di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, dalam usia 34 tahun, tapi juga terpilih sebagai The Most Inspiring Profile pada ajang L-Men of the Year 2025.
”Energi dan produktivitas menjadi contoh nyata bahwa kesehatan fisik dan mental berjalan beriringan dengan kesuksesan karir,” tutur Dian dalam wawancara dengan Fajar pada Rabu (6/8) pekan lalu, tiga hari sebelum grand final yang dihelat di Jakarta (9/8).
Sebelum penabalan sebagai The Most Inspiring Profile pun, Andi sudah mencatatkan rekor ketika menjadi salah seorang dari 16 grand finalist mewakili Sulawesi Selatan.
Dia guru besar pertama yang berhasil menorehkan itu di ajang tersebut.
Hidup pria kelahiran Makassar 35 tahun itu memang penuh dengan capaian yang menginspirasi.
Pada 11 Juni 2024, dia ditahbiskan sebagai guru besar ke-521 Unhas dalam bidang penghantaran obat sekaligus profesor termuda.
Dalam orasi ilmiahnya, Dian memaparkan inovasi memasukkan senyawa obat ke dalam aliran darah tanpa rasa sakit.
Sistem tersebut menggunakan jarum mikro atau microneedle yang bisa menembus lapisan kulit terluar.
Dan, sebagai akademisi cum peneliti, namanya juga masuk jajaran top scientist atau ilmuwan top dunia versi Universitas Stanford, Amerika Serikat, serta Elsevier, perusahaan penerbitan akademik yang berbasis di Belanda, selama tiga tahun berturut-turut (2022–2024).
Hingga kini Dian telah menulis 131 artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi.
Baca Juga: Ujian Perdana Doktor Terapan Bisnis Pariwisata Politeknik Negeri Bali Melibatkan 17 Guru Besar
Pencinta Olahraga
Kiprah Dian tidak berhenti di ruang kuliah atau laboratorium.
Dia aktif terlibat dalam berbagai organisasi, program kemasyarakatan, dan kolaborasi riset dengan pemerintah.
Partisipasinya dalam L-Men of the Year 2025 juga tak semata untuk adu penampilan.
Dia memandang ajang ini sebagai platform untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebugaran sejak dini.
”Banyak orang berpikir sibuk bekerja atau belajar membuat kita tidak sempat berolahraga. Padahal, menjaga tubuh tetap fit justru membantu kita lebih produktif,” kata pria kelahiran Makassar itu.
Kecintaannya pada olahraga menjadi rahasia stamina dan bentuk tubuhnya yang prima.
Prof Dian, demikian dia biasa disapa di kalangan kolega dan mahasiswa, rutin berlatih di gym untuk kekuatan otot, running atau lari buat menjaga daya tahan, dan muay Thai untuk kelincahan sekaligus pelepas stres.
Inspirasi Publik
Brand Manager L-Men Yesaya Christian mengatakan, ajang L-Men of the Year mencari figur yang bukan hanya tampil prima secara fisik. Tapi juga mampu menjadi inspirasi publik.
”Kami mencari sosok yang punya passion menyebarkan gaya hidup sehat, komunikatif, dan tentunya berpenampilan menarik. Prof Dian adalah bukti bahwa gaya hidup sehat tidak mengenal batas profesi maupun usia,” jelasnya.
Seleksi berlangsung ketat. Peserta harus melalui tahapan mulai pendaftaran, wawancara mendalam, hingga penilaian gaya hidup sehari-hari.
”Aspek yang dinilai mencakup kebugaran fisik, pengetahuan, nilai hidup, serta komitmen pada kesehatan berkelanjutan,” ucapnya.
Pada Dian, komitmen terhadap kesehatan itu ditunjukkan dengan selalu menyempatkan diri berolahraga minimal 4-5 kali dalam seminggu di sela kesibukan mengajar, riset, dan berorganisasi.
Baginya, olahraga bukan sekadar hobi, tetapi bagian dari gaya hidup yang membentuk mental disiplin.
Keseimbangannya dalam mengelola karir dan kesehatan inilah yang membuat banyak pihak menjadikannya inspirasi.
”Syukurlah sekarang tak sedikit mahasiswa dan kolega yang mengikuti jejak dalam menerapkan pola hidup sehat,” tuturnya.
Editor : Kimda Farida