Nafa Arshana bahkan menuduh Prada Lucky dianiaya senior karena mengalami penyimpangan seksual.
"Masalahnya yang meninggal ini juga moralnya tidak ada. Dia punya orientasi seksual menyimpang. Kalo proses hukum pada yang main hakim tetap berlaku," begitu tulis akun Facebook@Nafa Arshana.
Nafa Arshana melontarkan tuduhan tersebut melalui akun media sosialnya kendati kini akun tersebut telah berganti nama.
Menurut akun Facebook Mas Lessy pada Minggu, 10 Agustus 2025, Nafa Arshana sudah berganti nama akun menjadi "Myesha Mauza". Pergantian nama ini terjadi setelah tudingannya terhadap Prada Lucky menyebar luas dan mendapat kecaman dari warganet.
Walau demikian, postingan Nafa Arshana telah memicu kecaman publik hingga akun terkait jadi buruan warganet. Tak sedikit wargnet yang menyerang balik Nafa Arshana dengan komentar-komentar yang tak kalah pedasnya.
Tak sampai disitu, media online pun ramai membicarakan prihal tuduhan Nafa Arshana jika Prada Lucky memiliki kelainan seksual. Hal ini pun sampai ke telinga ayah Prada Lucky, Serma Christian Namo.
Serma Christian Namo sempat menantang siapapun yang bisa menemukan istri tentara pemilik akun Facebook Nafa Arshana tersebut.
"Saya lagi berduka, tolong cari dia, sebelum saya yang cari dia. Jangan dia mencari masalah baru, saya lagi susah," ucapnya mengingatkan.
Serma Christian Namo memastikan bahwa tuduhan terhadap anaknya sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah keji.
"Saya sudah telusuri tidak ada yang namanya penyimpangan seksual. Dengar baik-baik, ini nyawa sudah mati saja dibuat kayak begini," ujar Serma Christian Namo dengan penuh amarah.
Polemik status Nafa Arshana pun kian viral. Tak hanya di dunia maya, di dunia nyata pun, Nafa Arshana dan suaminya Sersan Satu (Sertu) Gunadin mendapat tekanan luar biasa.
Terutama Sersan Satu (Sertu) Gunadin yang masih berdinas sebagai Anggota TNI aktif.
Sadar tuduhannya bakal berbuntut panjang dan berkonsekuensi hukum, Sersan Satu (Sertu) Gunadin dan istrinya Nafa Arshana akhirnya membuat video permintaan maaf.
Permintaan maaf pemilik akun Facebook bersama suaminya itu disampaikan lewat video berdurasi 1 menit 11 detik.
Sertu Gunadin, suami dari pemilik akun Nafa Arshana, menyampaikan permohonan maaf kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak atas sikap istrinya yang melontarkan pernyataan tak pantas kepada almarhum Prada Lucky Namo di media sosial Facebook.
"Saya meminta maaf atas tindakan istri saya yang memberikan komentar negatif di postingan berita meninggalnya adik kami, almarhum Prada Lucky Namo, di media sosial Facebook," ucap Sertu Gunadin dikutip dari akun TikTok Ghost Hunters, Rabu (13/8/2025).
Sertu Gunadin mengakui bahwa dirinya lalai dalam membina istrinya dengan baik dan benar.
"Siap salah jenderal. Kami mengakui bertanggung jawab atas tindakan istri kami tersebut," tambahnya.
Didampingi sang istri, Nafa Arshana, Sertu Gunadin berjanji peristiwa tersebut tidak akan terulang dan dirinya akan membimbing istrinya lebih baik lagi.
"Selanjutnya, kami mohon maaf kepada bapak Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan seluruh keluarga besar TNI Angkatan Darat. Kami berjanji kejadian ini tidak akan diulangi di kemudian hari dan kami janji akan membina istri kami dengan lebih baik lagi," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, istri Sertu Gunadin sekaligus pemilik akun, Nafa Arshana, juga meminta maaf sembari menangis kepada Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Uli Simanjuntak.
"Saya pemilik akun Nafa Arshana meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Christian Namo dan keluarga atas balasan komentar saya di Facebook yang melukai perasaan bapak dan keluarga yang sedang berduka," ucapnya.
Selanjutnya Nafa Arshana menyampaikan ucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Almarhum Lucky Saputra Namo, putra dari bapak Serma Christian Namo.
Dia menyadari jika komentar tersebut merupakan kesalahan dan telah melukai masyarakat, khususnya keluarga Prada Lucky yang tengah berduka.
"Saya sadar balasan komentar saya seperti orang tidak punya empati pada bapak dan keluarga. Komentar saya di Facebook tidak ada maksud untuk membela atau membenarkan oknum penganiayaan yang menyebabkan almarhum meninggal dunia," jelasnya.
Sebaliknya dia berharap para pelaku penganiayaan yang merupakan senior Prada Lucky di TNI dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Nafa Arshana juga berharap Serma Christian Namo dan keluarga serta warganet dapat memaafkan kesalahannya itu.
"Saya harap bapak Christian Namo dan keluarga serta netizen dapat berbesar hati untuk memaafkan atas kesalahan dan kekhilafan saya. Demikian permohonan maaf saya kepada bapak dan keluarga, terima kasih," kata Nafa Arshana.
Editor : Siti Aeny Maryam