Lombok Post - Sebanyak 218 personel tim kesenian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses menampilkan pertunjukan budaya yang luar biasa dalam sesi gladi bersih yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (14/8).
Pertunjukan ini menjadi bagian dari persiapan akhir menjelang puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia yang akan berlangsung pada 17 Agustus 2025. Dipimpin oleh Suryadi Mulawarman, selaku Kepala Taman Budaya Provinsi NTB, tim kesenian dari Bumi Gora menampilkan tarian kolosal bertajuk Tembolak Beak, sebuah karya pertunjukan yang mengangkat kekayaan budaya dan semangat kebersamaan masyarakat NTB.
Penampilan mereka dalam gladi bersih tersebut menuai pujian dari berbagai pihak, termasuk dari para pengarah acara dan petugas Liaison Officer (LO). Bahkan, menurut laporan, tidak ada satu pun koreksi teknis yang diberikan kepada tim NTB setelah penampilan. Ini menunjukkan tingkat profesionalisme, kedisiplinan, dan komitmen tinggi dari seluruh peserta, baik penari maupun kru pendukung.
Tarian Tembolak Beak yang menjadi pusat perhatian dalam penampilan kali ini merupakan representasi dari persatuan dan semangat gotong royong masyarakat NTB. Pertunjukan ini menampilkan perpaduan gerak yang dinamis, penuh semangat, dan dilakukan secara sinkron oleh ratusan penari dalam satu komando, menjadikan pertunjukan ini sebagai sajian visual yang memukau.
Tidak hanya indah secara estetika, tarian ini juga sarat makna. Tembolak Beak menggambarkan kekuatan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya dan kebersamaan di tengah perbedaan suku dan latar belakang sosial.
"Karya ini diciptakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta sebagai bukti bahwa NTB memiliki potensi budaya yang luar biasa untuk tampil di panggung nasional," terang Miq Surya, sapaan akrabnya.
Selain Tembolak Beak, dalam pertunjukan kolosal ini juga disuguhkan berbagai tarian dan atraksi tradisional khas NTB, seperti Gendang Beleq, Rudat, Rumpu, Lope, hingga Presean, yakni seni ketangkasan yang mempertontonkan duel tradisional antar dua pendekar dengan menggunakan rotan dan perisai. Masing-masing pertunjukan ini dirancang untuk merepresentasikan keberagaman budaya yang hidup dan berkembang di NTB.
Salah satu momen paling emosional dalam gladi bersih ini adalah ketika para penari mengenakan kostum burung Garuda, simbol negara Indonesia, sambil membacakan Sajak Indonesia Merdeka. Perpaduan visual dan narasi yang menyentuh ini menciptakan atmosfer penuh haru dan kebanggaan.
Baca Juga: Jejak Budaya Sejarah NTB Siap Pukau Tamu Undangan di Pembukaan FORNAS VIII 2025
Kehadiran tim kesenian NTB dalam perayaan HUT RI ke-80 bukan sekadar pelengkap acara, melainkan menjadi bagian dari momen sakral penurunan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus mendatang. Penampilan mereka dijadwalkan menjadi sorotan utama pada sore hari, ketika perhatian seluruh bangsa tertuju pada upacara penurunan sang saka Merah Putih di halaman Istana Negara.
Dengan tampil di waktu yang sangat krusial, pertunjukan ini diharapkan bukan hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebudayaan, persatuan, dan nasionalisme kepada seluruh rakyat Indonesia.
Keberhasilan tim kesenian NTB dalam tampil tanpa koreksi di gladi bersih bukan hanya menjadi pencapaian pribadi para seniman, tetapi juga menjadi kebanggaan kolektif bagi seluruh masyarakat NTB.
Di tengah persaingan ketat dan standar tinggi yang diterapkan oleh panitia nasional, capaian ini membuktikan bahwa NTB mampu tampil setara dan bahkan menonjol dalam kancah nasional. “Kami membawa nama NTB, dan ini adalah tanggung jawab besar. Tidak hanya menampilkan tarian, tapi juga membawa semangat dan wajah budaya NTB ke panggung nasional. Kami berlatih keras sejak gladi kotor pada 13 Agustus. Alhamdulillah, hasilnya sangat memuaskan,” pungkas Miq Surya.
Selain itu, partisipasi NTB dalam perayaan HUT RI ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas dan pemerintah pusat, membuka peluang baru bagi pelestarian dan pengembangan seni tradisional di masa depan.
Editor : Jelo Sangaji