Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ini Delapan Agenda Prioritas Presiden Prabowo dalam RAPBN 2026

Umar Wirahadi • Minggu, 17 Agustus 2025 | 16:09 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato tentang RUU APBN Tahun 2026 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (15/8).
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato tentang RUU APBN Tahun 2026 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (15/8).

LombokPost – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka penyampaian Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2026 beserta nota keuangan pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (15/8).

RAPBN 2026 merupakan APBN pertama yang ia rumuskan sebagai Kepala Negara.

Anggaran ini, kata Presiden Prabowo, dirancang untuk memperkuat ketahanan nasional di bidang pangan, energi, ekonomi, dan pertahanan.

"Arsitektur APBN 2026 adalah implementasi dari visi dan misi saya bersama saudara Wakil Presiden untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. Kita akan perkuat ketahanan di bidang pangan, energi, ekonomi, dan pertahanan," jelasnya.

Presiden memaparkan delapan agenda prioritas di RAPBN 2026. Mulai dari ketahanan pangan, energi, pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat, pertahanan, hingga percepatan investasi dan perdagangan global.

Agenda pertama adalah penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa dengan alokasi anggaran sebesar Rp 164,4 triliun.

Program ini diarahkan untuk swasembada beras dan jagung melalui pencetakan sawah baru, penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran, dukungan bibit unggul, serta modernisasi alat pertanian.

Sejauh ini, pemerintahan Prabowo-Gibran sudah memangkas 145 aturan penyaluran pupuk yang merepotkan petani.

Hasilnya, ungkap Prabowo, produksi beras meningkat, stok beras di gudang pemerintah berada di atas 4 juta ton dengan harga stabil. "Petani makin sejahtera. Ke depan akan kita lanjutkan cerita sukses ini," ujar Presiden.

Agenda kedua, ketahanan energi, mendapat alokasi Rp 402,4 triliun. Ini untuk peningkatan produksi migas, percepatan transisi energi bersih, hingga subsidi energi yang tepat sasaran.

Energi baru terbarukan seperti surya, hidro, panas bumi, dan bioenergi juga akan dipacu.

Agenda ketiga adalah pembangunan generasi unggul melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp 335 triliun.

Suasana Sidang Tahunan MPR RI 2025, Jumat (15/8).
Suasana Sidang Tahunan MPR RI 2025, Jumat (15/8).

Program MBG ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat.

Ke depan, program ini akan efektif memberi manfaat lebih luas dan optimal bagi masyarakat.

"MBG meningkatkan kualitas gizi anak-anak kita, kualitas SDM masa depan Indonesia, dan juga memberdayakan UMKM dan ekonomi lokal yang akan tumbuh semakin kuat," kata Presiden.

 Baca Juga: Hasil Kajian BRIN untuk Sukseskan Program MBG Usul Libatkan Petani Lokal, UMKM, dan BUMDes, Perlu Kolaborasi untuk Memperpendek Distribusi

Pendidikan bermutu menjadi agenda keempat dengan alokasi Rp 757,8 triliun atau 20 persen dari APBN.

Fokusnya meliputi peningkatan kualitas guru, pendidikan vokasi, hingga program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda.

 Kesehatan berkualitas, sebagai agenda kelima, dialokasikan Rp 244 triliun. Anggaran ini diprioritaskan untuk revitalisasi rumah sakit, pengendalian penyakit menular, hingga pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Agenda keenam adalah penguatan perekonomian rakyat melalui pembentukan 80 ribu koperasi Merah Putih.

Koperasi untuk mempermudah akses sembako, pupuk, dan layanan keuangan dengan bunga rendah.

"Desa kita bangun, koperasi kita bangkitkan kembali, usaha mikro, kecil, dan menengah kita berdayakan serta ekonomi lokal kita tumbuhkan," ucap Presiden.

Agenda ketujuh menegaskan pertahanan rakyat semesta melalui modernisasi alutsista, penguatan komponen cadangan, dan pemberdayaan industri strategis.

Prabowo menekankan pentingnya penguasaan rare earth untuk mendukung teknologi tinggi dan pertahanan modern.

Terakhir, agenda kedelapan adalah percepatan investasi dan perdagangan global melalui Danantara Indonesia, proyek hilirisasi senilai USD 38 miliar, serta pembangunan 3 juta rumah rakyat.

"Melalui Danantara Indonesia, kita perkuat investasi produktif dan mewujudkan Indonesia lebih kuat dalam rantai pasok dunia," pungkas Prabowo.

Editor : Pujo Nugroho
#Agenda Prioritas #Ketahanan Pangan #pendidikan dan kesehatan #RAPBN 2026 #Presiden Prabowo Subianto #Makan Bergizi Gratis (MBG) #dpr ri #gedung nusantara