Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sebagian Guru Sekolah Rakyat Mundur, Mensos Pastikan Tak Ganggu Proses Belajar Mengajar

Redaksi Lombok Post • Rabu, 20 Agustus 2025 | 05:30 WIB

KADO HUT RI: Sejumlah guru sedang mengajar di Sekolah Rakyat dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur STPL, Jakarta, Rabu (9/7). Pemerintah meluncurkan tiga kebijakan untuk guru dalam program kado HUT RI.
KADO HUT RI: Sejumlah guru sedang mengajar di Sekolah Rakyat dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur STPL, Jakarta, Rabu (9/7). Pemerintah meluncurkan tiga kebijakan untuk guru dalam program kado HUT RI.
LombokPost --Menteri Sosial mengungkapkan 9 persen guru Sekolah Rakyat mundur, namun pengunduran ini tidak mempengaruhi proses belajar mengajar yang akan dimulai.Foto: Kemensos

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan sekitar 9% guru Sekolah Rakyat mengundurkan diri dari tugas. Meski demikian, Mensos memastikan pengunduran diri ini tidak akan mengganggu proses belajar mengajar.

Pernyataan ini disampaikan Mensos saat memberikan pembekalan kepada Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Rakyat di Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kemensos, Jakarta, Selasa (19/8).

Dari 1.469 guru yang lolos seleksi, sebanyak 143 orang mengundurkan diri. "Ada sekitar 9 persen guru yang mengundurkan diri. Kita tidak pernah tau apa alasan sesungguhnya, tapi kita menduga karena penempatan yang jauh," tutur menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Meskipun menghormati keputusan tersebut, Gus Ipul menyayangkan, karena seharusnya para guru sudah memahami bahwa penempatan dapat dilakukan di mana saja sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengatasi hal ini, Kementerian telah menyiapkan pengganti.

"Tapi kami telah siapkan penggantinya. Penggantinya ada dalam 900 guru yang disiapkan saat ini," imbuhnya.

Penambahan Sekolah dan Pesan untuk Guru
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa pengunduran diri para guru tersebut tidak berdampak pada proses belajar mengajar karena mereka ditugaskan di 23 sekolah yang belum memulai operasional.

Sebanyak 900 guru pengganti ini akan disiapkan untuk 65 Sekolah Rakyat baru yang akan beroperasi pada September 2025. Dengan penambahan ini, total siswa akan bertambah sekitar 6.100 yang terbagi dalam 248 rombongan belajar. "Sehingga total nanti ada 165 Sekolah Rakyat sampai September 2025," jelasnya.

Dalam pembekalan, Mensos berpesan agar para guru dan kepala sekolah memberikan yang terbaik bagi para murid, terutama mengingat beberapa siswa SMA di sejumlah lokasi Sekolah Rakyat masih belum bisa membaca.

"Jangan khawatir tidak punya masalah, bapak ibu. Ada aja pokoknya," guraunya yang disambut tawa. Gus Ipul juga menekankan pentingnya mencegah bullying dan kekerasan, baik fisik maupun seksual, serta mendorong kerja sama dengan wali asuh dan wali asrama.

Seragam Sekolah Rakyat Dikenalkan


Pada kesempatan yang sama, Mensos juga memperkenalkan almamater yang akan digunakan oleh seluruh siswa Sekolah Rakyat. Almamater berwarna merah marun dengan baret senada ini sekilas menyerupai seragam Kopassus.

 

“Yang saya gunakan ini adalah contoh. Ini nanti adalah seragam almamaternya Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Selain jas almamater, siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan delapan model seragam lainnya, termasuk seragam putih merah (SD), putih biru (SMP), dan putih abu-abu (SMA), seragam pesiar, seragam pramuka, seragam olahraga, kemeja batik khas sekolah rakyat, kemeja batik nasional, dan seragam laboratorium.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#prabowo #mensos #gus ipul #Sekolah Rakyat