Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Prabowo Diminta Jadikan Industrialisasi Kunci Perbaikan Ekonomi Indonesia

Alfian Yusni • Rabu, 27 Agustus 2025 | 05:41 WIB
Menurut Zulkieflimansyah, industrialisasi yang dimaksud bukan sekadar pembangunan pabrik besar atau hilirisasi semata, melainkan proses structural deepening atau pendalaman struktur industri. (ist)
Menurut Zulkieflimansyah, industrialisasi yang dimaksud bukan sekadar pembangunan pabrik besar atau hilirisasi semata, melainkan proses structural deepening atau pendalaman struktur industri. (ist)

LombokPost - Ekonomi Indonesia dinilai tidak sedang baik-baik saja meski angka makroekonomi masih terlihat stabil.

Fondasi ekonomi nasional disebut rapuh sehingga rentan terhadap gejolak eksternal. Hal itu disampaikan oleh Dr Zulkieflimansyah, Staf Pengajar FEUI sekaligus Gubernur NTB periode 2019-2024.

Dalam unggahannya di media sosial, dirinya menegaskan bahwa industrialiasi harus menjadi kunci perbaikan ekonomi di era pemerintahan Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Menurut Zulkieflimansyah, industrialisasi yang dimaksud bukan sekadar pembangunan pabrik besar atau hilirisasi semata, melainkan proses structural deepening atau pendalaman struktur industri.

Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mengekspor komoditas mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk jadi atau setengah jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

“Kalau ekonomi kita mau kuat, tidak bisa lagi business as usual. Industrialisasi adalah jalan fundamental untuk memperkuat basis industri kita. Tanpa itu, setiap gejolak ekonomi global akan membuat masyarakat babak belur,” kata Zulkieflimansyah.

Ia menekankan bahwa hilirisasi hanyalah bagian kecil dari industrialisasi. Jika arah industri yang dipilih keliru, maka hilirisasi tidak akan memberi dampak signifikan terhadap penguatan industrial base Indonesia.

Machine Tools, Induk Industrialisasi

Berdasarkan pengalaman negara-negara maju, kata Zulkieflimansyah, pola industrialisasi selalu dimulai dengan penguatan industri permesinan (machine tools industry).

Industri mesin perkakas disebut sebagai “mother machines” atau induk yang melahirkan mesin-mesin lain, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas nasional.

 

“Tanpa pengembangan industri mesin perkakas yang kuat, jangan bermimpi akan tercipta industrialisasi. Machine tools adalah ibu dari mesin-mesin lain yang bisa menaikkan produktivitas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Zulkieflimansyah juga menyinggung peran Dana Abadi Nusantara (DANANTARA).

Ia mengingatkan agar investasi tidak hanya difokuskan pada sektor quick win, tetapi juga berani mengalokasikan dana pada pembangunan machine tools industry.

“Kita sudah punya DANANTARA yang hebat. Jangan hanya masuk ke sektor instan. Investasi di machine tools adalah investasi jangka panjang untuk ekonomi Indonesia yang kuat,” tegasnya.

Tantangan Industrialisasi

Zulkieflimansyah mengakui, membangun industrialisasi bukan hal mudah. Jalan panjang dan berliku harus dilalui, bahkan bisa mengganggu kepentingan kelompok yang selama ini diuntungkan oleh ekspor bahan mentah dan rente ekonomi.

Namun, ia meyakini bahwa langkah pertama harus segera diambil. “Perjalanan panjang memang harus dimulai dengan keberanian. Industrialisasi adalah kunci perbaikan ekonomi kita,” jelasnya. (***)

Editor : Alfian Yusni
#kunci perbaikan ekonomi #Ekonomi Indonesia #Dr Zulkieflimansyah #Industrialisasi